“Setahun yang lalu, kau menunggang kuda perangmu, tombakmu menunjuk ke arahku saat aku mengikuti penilaian di Paviliun Bintang Jatuh. Saat itu, jarak di antara kita seperti jurang selebar Bima Sakti,” ucap Lin Tian dengan tenang. “Sekarang, setahun telah berlalu. Aku naik dari Alam Penyempurnaan Tubuh hingga mengalahkanmu, Ou Chen. Ketika orang-orang menyebutmu jenius, tidakkah kau merasa malu?”Wajah Ou Chen memerah keunguan. Dengan satu embusan napas, darah kembali menyembur dari mulutnya.Lin Tian jelas sengaja mempermalukannya.“Kalau aku jadi kau, mungkin aku takkan berani banyak bicara lagi,” lanjut Lin Tian, lalu berbalik meninggalkannya.Di Teras Raja Chu, ribuan pasang mata menyaksikan perubahan demi perubahan di Perjamuan Junlin. Hati mereka bergetar.Mereka sempat mengira masuknya Chu Chen ke tiga besar adalah kejutan terbesar. Namun kini, Lin Tian muncul sebagai kejutan yang lebih dahsyat. Setelah mengalahkan Ou Chen, ia merebut posisi keempat, dan sesuai aturan, berhak me
Last Updated : 2026-02-02 Read more