Melihat kembali beberapa hari terakhir, ia menyadari betapa kejamnya dirinya terhadap Chu Qingyi, menghancurkannya di Alam Tongtian dan memperlakukannya seperti pelayan. Namun, wanita itu justru menjadi semakin tenang.Ekspresi Chu Qingyi berubah dingin. Mata indahnya tampak agak membeku. Lin Tian tersenyum dan berkata dengan suara rendah, “Itu normal di matamu.”Ia melangkah maju dan mendarat di atas batu. Ia menatap sekeliling. Kabut hitam berputar-putar, dan aura mengerikan memenuhi udara, mengisolasi segala kesadaran ilahi.Mata Lin Tian berkilat dengan cahaya aneh saat ia menatap kabut hitam itu. Mata Jati Dirinya menembus ilusi. Kemudian, ia melihat pemandangan mengerikan. Di dalam kabut hitam itu, sekelompok iblis besar tergeletak, bertumpuk seperti gunung, dengan darah mengalir di mana-mana, seolah perlahan-lahan dikuras habis.Lin Tian bahkan melihat beberapa iblis besar yang sebenarnya, bukan roh iblis dari Alam Tongtian ini, melainkan iblis dari Akademi Suci. Mereka telah b
Read more