Lin Tian tahu bahwa masalah Buah Bintang tidak mungkin diselesaikan dengan damai. Karena itu, ia menoleh pada Qian Mengyu. Ia tidak terlalu mengenal Paviliun Qingyun, ia hanya mengenal Qian Mengyu. “Bagaimana menurutmu?” tanya Lin Tian pada Qian Mengyu. “Nona Mengyu, orang ini sudah kami urus, jadi sudah sepatutnya kami yang membagi Buah Bintang. Lagi pula…” Saat berkata begitu, wanita di samping Qian Mengyu melirik Mu Baifei dan yang lain yang menatap penuh iri. Buah Bintang jelas bisa menutupi kelemahan mereka. Dengan Yuanfu yang disegel, bila seseorang punya cukup Buah Bintang, mereka masih bisa memaksakan beberapa kemampuan ilahi yang kuat. Qian Mengyu mengerutkan kening, menatap Lin Tian, lalu berkata pelan, “Sudahlah. Kita sudah saling kenal. Mari bagi rata.” Qian Mengyu tidak ingin berdebat panjang. Lagi pula, pihak mereka berempat, sedangkan Lin Tian hanya berdua. Bahkan jika dibagi rata, mereka tetap akan mendapat lebih banyak. Namun Lin Tian kini tidak lagi sejujur dulu
Read more