Meski ruang ini penuh bahaya, ujungnya pasti ada. Hanya saja, mungkin akan butuh waktu lebih lama. Bila bertemu bahaya yang tidak ia yakini, Lin Tian lebih memilih memutar.Ketika hendak mengambil jalan memutar lagi, Lin Tian melihat sesosok di depan dan langsung berhenti.Dalam sekejap, ia sudah berada di samping sosok itu.Itu adalah boneka milik Jing Luyi.Boneka itu menatap Lin Tian, lalu mengangkat tangan kecilnya dan menunjuk ke suatu arah, seolah hendak menyampaikan pesan.Mata Lin Tian menyempit.“Kau sedang menyampaikan lokasi seseorang? Jing Luyi disandera?”Boneka itu mengangguk.Jantung Lin Tian langsung berdebar keras.“Bawa aku ke sana.”“Tuan Lin.”Saat Lin Tian hendak pergi bersama boneka itu, pria paruh baya di belakangnya melangkah maju.“Tuan Lin, ada apa? Bukankah lebih baik kita lanjutkan perjalanan saja?”“Senior, seorang temanku sedang dalam masalah. Bagaimana kalau kita pergi bersama? Dengan kekuatanmu, kau juga bisa membantu,” kata Lin Tian.Pria paruh baya it
Read more