Lorong menuju ruang inti gemetar seperti dada seseorang yang menahan napas. Setiap langkah terasa berat, bukan karena jarak, tetapi karena udara yang perlahan berubah—lebih padat, lebih panas, lebih… hidup.Raka menatap modul stabilizer yang ia peluk erat. Tabung logam itu kini berdenyut halus, seperti jantung kecil.Elvara mempercepat langkah. “Sumber pasti sudah mulai menekan segel.”Leonhart memimpin di depan, pedang birunya menyala samar, memberi penerangan. “Kita harus menggabungkan segel dengan stabilizer sebelum tekanan itu meledakkan dinding mana.”Raka mengangguk, meski tengkuknya basah oleh keringat.Memikirkan “Sumber” saja membuat dadanya menegang.Terlebih ucapan bayangan itu…“Kau adalah pintu.”Raka menggeleng keras, menepis rasa takut.Fokus.Pikir seperti insinyur.Pecahkan masalah satu per satu.Saat itulah sesuatu menarik perhatiannya.“Berhenti sebentar,” katanya.Elvara dan Leonhart menoleh.Raka jongkok dan menyentuh lantai. Dari celah bebatuan, aliran mana tipis
Last Updated : 2025-11-19 Read more