LOGINSinopsis: Raka Adiputra, seorang insinyur muda jenius dari abad 21, tewas dalam kecelakaan lab saat sedang menguji reaktor energi bebas. Namun saat matanya terbuka lagi — ia sudah berada di tubuh pemuda miskin di dunia lain: Kerajaan Arkanis, zaman penuh pedang, sihir, dan takhayul. Di kepalanya muncul suara elektronik: “Selamat datang, Host. Anda terhubung ke Tech System v1.0 — Sistem yang memungkinkan Anda menciptakan teknologi modern menggunakan sumber daya zaman ini.” Dari sana, Raka mulai membangun revolusi: Dari kompor tenaga uap menjadi senjata api awal, Dari menara sinyal optik jadi komunikasi jarak jauh, Hingga menciptakan kerajaan modern pertama di dunia fantasi. Namun makin tinggi teknologi berkembang, makin banyak mata kekuasaan dan sekte sihir kuno yang mengincarnya…
View MoreDentuman keras memecah langit malam.
Semuanya putih — lalu gelap. Raka Adiputra ingat detik terakhirnya di dunia lama: laboratorium penelitian “NeoCore Energy” terbakar setelah percobaan reaktor bebas-plasma gagal. Ia berusaha menekan tombol pemutus daya, tapi arus balik meledakkan panel utama. Lalu… hening. Namun kini ia mendengar sesuatu yang aneh. Bukan suara mesin atau sirene darurat — melainkan teriakan pedagang, ringkikan kuda, dan langkah kaki di atas tanah berlumpur. Raka mengerang pelan. Kepalanya berdenyut. Ia membuka mata — dan dunia berubah total. Ia tidak berada di ruang lab. Ia terbaring di jalan tanah yang berdebu, di tengah pasar terbuka yang ramai. Bangunan di sekitarnya terbuat dari batu kasar dan kayu, beratap jerami. Orang-orang mengenakan pakaian seperti abad pertengahan, membawa keranjang, kendi tanah liat, dan pedang di pinggang. Udara terasa lebih murni, tapi dingin menusuk. Aroma tanah, asap kayu, dan roti panggang memenuhi udara. Namun yang paling mencolok — tidak ada satu pun kabel listrik, lampu, atau suara mesin. “Di mana… aku?” gumamnya serak. Tiba-tiba, suara digital bergema di kepalanya. [System initializing...] Host terdeteksi. Sinkronisasi kesadaran: 73%... 89%... 100%. Selamat datang, pengguna baru. Anda kini terhubung ke: Tech System v1.0. Raka membeku. “Sistem? Komputer AI?” Benar. Anda adalah Host yang terpilih. Akses penuh terhadap fungsi dasar diizinkan. Fungsi aktif: Scanner Material, Blueprint Dasar, Laboratorium Virtual. Ia menatap tangannya — bukan lagi tangan dewasa berjas lab, tapi tangan muda, kurus, penuh luka. Di saku bajunya yang compang-camping, ia menemukan potongan kertas lusuh bertuliskan nama: “Raka, murid magang pandai besi.” Ia menelan ludah. “Jadi aku... di tubuh orang lain?” Data konfirmasi: Ya. Tubuh ini milik entitas lokal bernama Raka — meninggal karena kelaparan tiga hari lalu. Kesadaran Anda menggantikannya. Tubuhnya gemetar. Campuran ngeri dan takjub menghantam dirinya sekaligus. Ia menatap kerumunan pasar, mencoba mengendalikan napas. “Baiklah. Kalau ini mimpi… maka aku akan hidup di dalamnya.” Sore menjelang ketika Raka berjalan menyusuri pasar, mencari tempat berteduh. Ia berhenti di dekat bengkel pandai besi tua — seorang pria berjenggot sedang menempa bilah pedang. Setiap ayunan palu menghasilkan percikan merah yang menari di udara. Raka tertegun. “Ini… energi panas murni. Bisa kupakai.” [Perintah diterima. Aktifkan Scanner Material.] Sebuah layar holografik biru muncul di depan matanya — hanya ia yang bisa melihatnya. Tulisan digital menari di udara: [Analisis Material: Besi mentah – kemurnian 42%. Cocok untuk peleburan dan eksperimen dasar.] [Suhu tungku: 1.124°C – cukup stabil untuk peleburan logam ringan.] Raka ternganga. “Jadi aku bisa membaca data dunia ini layaknya mesin sensor…?” Ia memandangi tumpukan logam, lalu melihat ke tungku. Bayangan ide muncul di pikirannya — kompor uap sederhana, turbin mini, energi kinetik… semuanya mungkin. [Blueprint Baru Ditemukan: Kompor Uap Mini – versi dasar.] Bahan yang dibutuhkan: logam mentah (3 unit), batu bara (2 unit), air (1 unit). Ia menelan ludah. “Bisa kulakukan.” Malam itu, setelah pandai besi tua menutup bengkelnya, Raka diam-diam menyelinap ke dalam. Ia mencuri beberapa potong besi dan segenggam batu bara. Tangannya gemetar — bukan karena takut ketahuan, tapi karena antusiasme. Ia membuat cetakan sederhana dari tanah liat dan mulai menempa. Butuh waktu berjam-jam. Suara palu bertalu di malam sunyi. Dan ketika fajar menyingsing, uap putih pertama muncul dari kompor buatannya. Desis uap itu adalah musik bagi telinganya. Raka menatap hasil karyanya dengan mata berkaca. “Aku berhasil… di dunia tanpa listrik.” [Selamat. Item Pertama Berhasil Dibuat.] Reward: Akses fungsi baru — Simulasi Energi Dasar. Dari layar holografik, muncul peta biru dunia kecil yang menunjukkan arus panas dan tekanan uap di alatnya. Ia bisa melihat bagaimana energi bergerak — dan mengendalikannya. Namun sebelum ia sempat bersorak, sesuatu di luar bengkel bergerak. Bayangan seseorang berdiri di balik jendela, menatap sinar biru yang keluar dari alat itu. Sosok berjubah hitam itu berbisik pelan, dengan suara seperti angin: “Cahaya tanpa mantra… bukan sihir. Itu kutukan dari dunia lain.” Raka tak mendengarnya. Ia sibuk memandangi cahaya kecil yang berdenyut di depan matanya — simbol harapan baru di dunia gelap ini. Ia tidak tahu bahwa mulai malam itu, takdir Arkanis akan berubah selamanya.Ledakan energi itu mengguncang seluruh hutan Marevos.Kabut ungu terhempas seperti tirai robek, pohon-pohon menunduk, tanah bergetar. Cahaya biru dari sistem dan cahaya emas dari sihir Elvara bertemu di udara, membentuk pusaran dahsyat yang memaksa mereka semua mundur.Raka merasakan dadanya seperti ditarik dari dalam, sistemnya berputar begitu cepat hingga penglihatannya berbayang.【 Mode Perlawanan Diaktifkan 】【 Akses Administrator: DITOLAK 】【 Memulai Firewall Dimensi… GAGAL 】Sosok berarmor hitam itu menapak maju perlahan, seolah ledakan itu sama sekali tidak mempengaruhinya.“Menarik,” ujarnya datar. “Sistemmu masih mencoba mempertahankan diri… meski sudah dikubur dan disabotase.”Ia menekan sesuatu di pergelangan tangannya.Langsung, tubuh Raka terasa berat—seperti gravitasi menekan seluruh tulangnya.【 PERINGATAN: Gravitasi Variabel Terdeteksi 】“Berjongkok,” perintah sosok itu. “Sistemmu tidak dirancang untuk menahan tekanan dari operator kelas utama.”Raka terjatuh berlutut.
Langkah itu terdengar perlahan—tak seperti mesin, tapi juga bukan langkah penyihir.Hening hutan Marevos seolah menahan napas saat sosok itu akhirnya keluar dari balik kabut ungu.Raka merasakan seluruh tubuhnya kaku.Sosok itu berdiri tegak, dengan armor hitam matte yang menyerap cahaya.Desainnya modern, jauh lebih maju dari apa pun yang pernah ada di dunia sihir ini.Helm transparan menutupi wajah seseorang—ya, manusia, bukan robot.Leonhart segera mengangkat pedangnya. “Jangan bergerak!”Elvara menyiapkan sihir cahaya, matanya fokus pada setiap gerakan kecil sosok itu.Namun orang itu hanya menatap mereka… terutama Raka.Tatapannya penuh keyakinan, bukan kebencian.Lebih seperti seseorang yang sudah menunggu momen ini lama sekali.Raka merasakan tenggorokannya kering.“…siapa kamu?” bisiknya.Sosok berarmor itu menunduk sedikit—sebuah salam kecil yang terasa formal.“Raka Pradipta,” katanya dengan suara manusia yang jelas.“Sudah lama sekali… kita akhirnya bertemu.”Raka mundur se
Kabut ungu itu bergerak seperti makhluk hidup. Tenang, namun menyimpan ancaman di setiap lekuknya.Di tengah kabut… mata hijau giok yang berdiam di kegelapan itu membuka lebih lebar.Cahaya dari mata itu menyinari pepohonan, membuat bayangan hutan terdistorsi seolah dunia sedikit melengkung.Elvara memeluk dirinya, merasakan dingin yang meresap sampai ke tulang.“Raka…” bisiknya. “Itu… makhluk hidup?”Raka tidak langsung menjawab. Sistem di depannya berkedip-kedip, mencoba memproses sesuatu yang sangat asing.Leonhart maju setengah langkah, pedang diangkat, namun matanya tak berkedip.Bukan karena keberanian…tapi karena ketakutan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.Mata itu… bukan milik monster biasa.Bukan milik roh.Bukan pula dari dunia Raka.Itu… sesuatu yang jauh di atas imajinasi mereka.Sistem berbunyi pelan, seperti berusaha berbicara tanpa membuat kegaduhan.【 Deteksi Entitas: Tidak Dapat Diklasifikasikan 】Nama Sementara: “Penjaga Marevos”Tingkat: S (Ancaman Prioritas
Suara mesin di kejauhan itu terus bergema, lebih ritmis, lebih… hidup. Seolah sesuatu yang jauh lebih besar dari robot sebelumnya baru saja diaktifkan.Raka menegakkan tubuhnya dengan napas tersengal, masih menatap bangkai exo-unit yang tergeletak. Leonhart sudah berdiri kembali, memeriksa pedangnya, sementara Elvara membersihkan debu di pipi dan rok sihirnya.“Aku tidak suka suara itu,” gumam Elvara, melirik ke arah hutan yang makin gelap.“Aku juga.” Raka menarik napas panjang. “Tapi—”Sesuatu menghentikan kalimatnya.Sebuah notifikasi transparan berwarna biru muncul di depan wajah Raka.BIP—!Raka membeku. Elvara dan Leonhart memandang ke arahnya, bingung melihat wajah Raka yang tiba-tiba pucat.“Raka…?” Elvara menyentuh bahunya. “Apa yang terjadi?”Raka tidak menjawab. Ia terlalu sibuk membaca.Di depan matanya, teks sistem muncul dengan kejelasan yang tidak pernah ia lihat sejak kedatangannya ke dunia ini.【 SYSTEM REBOOT: 87% → 100% 】【 SISTEM TEKNOLOGI MODERN AKTIF 】Mode: DARU












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.