Alicia melangkah masuk ke kamarnya perlahan. Pintu ditutup tanpa suara, seolah ia tak ingin dunia luar ikut masuk bersamanya. Tubuhnya terasa lelah, tapi pikirannya jauh lebih lelah lagi.Ia duduk di tepi ranjang, lalu mengeluarkan ponsel dari saku. Jarinya sempat ragu sebelum akhirnya menekan nama Ibu Rika.Panggilan itu segera tersambung.“Halo Nak,” suara Rika terdengar lebih dulu, penuh harap.“Kamu jadi pulang?”Alicia menghela napas pelan, lalu tersenyum—senyum yang sengaja ia bentuk agar terdengar kuat.“Belum, Bu,” jawabnya lembut.“Pekerjaanku di sini belum selesai. Jadi aku nggak jadi pulang dulu.”Di seberang sana, terdengar helaan napas panjang.“Nak,” suara Rika merendah, jelas cemas,“apa mereka baik sama kamu?”Alicia mengangguk, meski tahu Rika tak bisa melihatnya.“Iya, Bu. Sangat baik,” katanya cepat. “Mereka orang-orang kaya. Royal banget. Aku mau lanjut kerja di sini. Siapa tahu dapat bonus besar.”Ia tertawa kecil, dibuat-buat.Rika ikut tersenyum, tapi sorot ma
최신 업데이트 : 2025-12-23 더 보기