“Sekarang, aku malah menderita karena perselingkuhan suamiku yang masih saja membayangiku sampai hari ini! Kurgh, apa takdir ilahi benar-benar berusaha mengutukku, hah?!” gumam Bu Aniran terkesan sudah tidak waras ketika tertawa, berbicara sendiri, sambil mengutuk dirinya sendiri di saat bersamaan.Tatapan matanya yang melotot tiba-tiba mulai berair dengan tetesan air mata. Namun, Bu Aniran tidak menangis sedikit pun. “Tidak, semua ini bukan salahku! Ini semua karena wanita rendahan si Sariska Lianor itu! Kalau bukan karena kehadirannya, mana mungkin suamiku akan selingkuh dariku untuk tidur bersama dengan jalang itu! Semua karenanya, karena dialah aku menderita seperti ini!” ucap Bu Aniran masih menyalahkan Sariska Lianor bahkan dalam situasi semacam ini.Namun, itu tidak berlangsung lama setelah Bu Aniran mulai menenangkan dirinya sendiri. Dengan ekspresi datarnya, Bu Aniran merenung saat itu juga. “Sariska Lianor dan Bu Risma, dua wanita yang sekaligus saling bermusuhan telah mengg
최신 업데이트 : 2025-12-29 더 보기