Sore harinya, setelah pertimbangan panjang, aku memutuskan untuk membalas pesan Bu Siska. "Bu Siska, saya bisa ketemu. Tapi dengan syarat, di tempat umum, dan saya akan bawa teman. Kalau Ibu setuju, kita bisa atur waktu dan tempat."Balasan datang cepat. "Aku setuju semua syaratmu. Terima kasih sudah mau ketemu, Radit. Kapan kamu bisa? Aku bisa sesuaikan jadwalmu." "Besok, Rabu sore. Jam 5. Di Starbucks Senayan City." "Oke. Aku akan di sana. Sekali lagi, terima kasih, Radit."Aku meletakkan ponsel dengan perasaan campur aduk. Sudah kupikir sudah selesai dengan Bu Siska. Tapi ternyata masih ada satu bab lagi yang harus ditutup.***Rabu Sore, di Starbucks Senayan City.Aku dan Mas Andi tiba di Starbucks sekitar pukul lima kurang sepuluh. Kami sengaja datang lebih awal untuk memilih tempat duduk yang strategis, dekat dengan area ramai, tapi cukup privat untuk ngobrol."Lu nervous?" tanya Mas Andi sambil menyesap latte-nya."Lumayan," jawabku jujur. "Aku gak tau mau ngarap apa.""San
Last Updated : 2026-02-08 Read more