Setelah Papa pergi, aku dan Mama Jessica duduk dalam diam yang canggung.Mama Jessica akhirnya berdiri, mengambil piring untuk menyiapkan sarapan."Radit, makan dulu ya," katanya lembut. "Mama buatin nasi goreng.""Ma..." panggilku pelan.Mama Jessica berhenti, menoleh ke arahku."Maafin aku," kataku sambil menangis. "Maafin aku udah bikin Mama dan Papa berantem. Maafin aku udah bikin rumah hampir hilang. Maafin aku..."Mama Jessica langsung menghampiriku, memelukku dengan erat."Ssshhh... sudah, Radit," bisiknya sambil mengusap lenganku. "Mama tidak marah. Mama mengerti kamu ada di posisi yang sangat sulit.""Tapi Papa benar, Ma," isakku. "Aku memang harus bertanggung jawab. Aku memang harus dewasa. Aku tidak bisa terus bergantung sama Mama."Mama Jessica melepaskan pelukan, menatapku dengan mata berkaca-kaca."Radit, dengar Mama," katanya serius. "Papa memang keras. Tapi Papa sayang sama kamu. Cuma... caranya Papa menunjukkan sayang memang beda."Aku mengusap air mataku."Papa bilan
Última actualización : 2026-01-25 Leer más