"Jadi... bapak tau?"Pak Darma menunjuk ponselku."Aku tidak sengaja lihat layar ponselmu tadi," ucapnya. "Dan aku tau tatapan seseorang yang sedang mempertimbangkan untuk masuk ke jalan yang gelap."Aku menunduk, malu. Kata-katanya terdengar begitu dalam."Aku gak punya pilihan lain, Pak," bisikku."Pasti ada pilihan, Radit," kata Pak Darma dengan lembut. "Mungkin tidak mudah. Tapi pasti ada.""Tapi aku udah coba! Aku udah interview kemana-mana! Semua menolak! Gara-gara skandal aku di masa lalu!"Pak Darma mengangguk."Masa lalu memang susah untuk dilepaskan," katanya. "Tapi masa lalu tidak menentukan masa depanmu. Kamu yang menentukan."Ia menatapku dengan tatapan serius."Kalau kamu terima tawaran itu," lanjutnya sambil menunjuk ponselku. "Kamu memang akan dapat uang cepat. Tapi kamu akan kehilangan jauh lebih banyak. Harga dirimu. Integritasmu. Dan kemungkinan untuk hidup dengan tenang.""Tapi aku butuh uang, Pak," jawabku putus asa. "Aku punya hutang satu miliar. Mama ku mau perg
Last Updated : 2026-02-01 Read more