Diana melangkah masuk ke kediaman pribadinya dengan membawa bungkusan besar berisi kantung bakpao daging kukus. Kantung kain itu tampak sedikit menggembung, aromanya masih hangat dan menggoda, membuat siapa pun yang menciumnya pasti tergoda. Wanita itu melangkah dengan langkah ringan, jauh berbeda dari beberapa hari terakhir yang penuh dengan amarah dan kekesalan.Karena kapan lagi Arthur yang keras kepala itu bermurah hati seperti ini padanya?Di sampingnya, Arthur mengikuti tanpa banyak bicara. Langkah pria itu stabil dan tenang, seperti biasa, seolah perdebatan sengit yang baru saja terjadi di depan gerbang istana hanyalah hembusan angin lalu. Topeng emasnya masih terpasang rapi, menyembunyikan ekspresi wajahnya, namun sorot mata biru gelap itu sesekali melirik ke arah Diana tanpa ia sadari.Beberapa langkah kemudian, Arthur akhirnya membuka suara dengan nada dingin khasnya. “Kau sedang meneliti herbal?”Diana menoleh sekilas ke arahnya, lalu mengangguk ringan. “Iya,” jawabnya
Last Updated : 2026-01-01 Read more