Nila nyaris kehabisan napas saat tubuhnya ditindih oleh Bima. Mata pria itu melotot, menatap seperti ingin menelan hidup-hidup.Pertanyaan dari pria itu tidak bisa dijawab oleh Nila yang syok berat.Jadi Bima mengetahui semua itu? Darimana? Sejak kapan? Pertanyaan-pertanyaan itu berputar di kepala Nila.Tidak mungkin ia mengakui semua rencana Yuni pada Bima. Namun, jika terus dirahasiakan, bisa-bisa Bima melakukan hal yang tidak diinginkan."Jawab!" desis Bima dengan tatapan mata tajam.Nila menelan ludah berkali-kali. Butiran keringat sebesar butiran jagung mengucur membasahi keningnya.Wajah Nila pucat, ketakutan. Matanya melirik ke kiri dan kanan, memutari kamar tamu yang sepi. Jendela tertutup, hanya pintu yang terbuka lebar. Namun, di rumah itu tidak ada siapapun, bagaimana mungkin ia meminta tolong? "Mas, sakit," ucap Nila lirih, saat kakinya tertimpa paha besar Bima. Pria itu mengendurkan dekapannya, kemudian kembali mengatakan, "Jawab sekarang! Aku tidak akan menyakitimu. A
Last Updated : 2026-01-13 Read more