Seolah satu kalimat itu cukup untuk membekukan udara.Percakapan di sekitar mereka terhenti. Tawa, bisikan, bahkan suara gelas yang beradu mendadak lenyap. Semua mata tertuju pada Elyse.Wajah Elyse seketika memerah, panasnya menjalar hingga ke telinga. Ia buru-buru mengalihkan pandangan, menunduk seolah lantai jauh lebih menarik daripada tatapan orang-orang. Jantungnya berdetak terlalu cepat, campuran malu, kesal, dan perasaan asing yang tak ingin ia akui.Ivanka membeku. Senyum tipis di wajahnya mengeras, lalu perlahan retak. Ia membuka mulut, seolah ingin mengatakan sesuatu, namun tak satu pun kata keluar. Untuk pertama kalinya, ia kehabisan respon.Jester terdiam, tangannya mengepal tanpa sadar. Viona menahan napas, sementara Ector mengalihkan pandangan, berpura-pura tidak m
Last Updated : 2026-01-10 Read more