Andin terbangun, terperangkap dalam kehangatan pelukan Bayu. Tangan Bayu melingkari pinggangnya dengan posesif, napasnya yang teratur menyapu rambut Andin. Semalam, Bayu tidur nyenyak, dengan senyum damai yang baru ia temukan. Pria itu tampak lega, yakin bahwa ia telah menambal lubang dalam pernikahan mereka dengan pengakuan akan kecemburuannya. Namun, Andin sama sekali tidak tidur nyenyak. Sepanjang malam, ia menatap Bayu, dan di benaknya, setiap inci kulit Bayu, setiap sentuhan, terasa seperti milik Annisa yang diwariskan kepadanya. Ia mencoba melepaskan diri dari pelukan Bayu, tetapi Bayu justru mengeratkan pelukannya, mendesah puas. “Lima menit lagi, Sayang,” gumam Bayu, suaranya serak dan lembut karena baru bangun. Dulu, kata-kata itu akan membuat hati Andin meleleh. Sekarang, kata-kata itu terasa seperti belenggu yang terbuat dari janji suci. Bayu hanya memastikan pelindungnya ada di dekatnya. Ia hanya menunaikan janji untuk tidak kesepian. Andin memejamkan
Huling Na-update : 2025-12-10 Magbasa pa