Suaranya lirih tapi menusuk, sebelum akhirnya bibir Kara menempel kembali dengan ganas di bibir Diandra.“Akh… Eungh…” Diandra berusaha menahan, tapi Kara lebih cepat.Kedua tangannya mengunci pergelangan tangan Diandra di belakang tubuh gadis itu, membuat Diandra tak berdaya.Ciuman itu panas, rakus. Tak ada celah untuk bernapas. Lidah Kara menyapu lembut, lalu menuntut masuk. Diandra berusaha menolak, menepis, tapi tubuhnya mulai melemah. Perlahan, ia terbuai.Dan di saat itulah, lidah mereka bertemu. Saling beradu, saling menyerang. Desahan napas bercampur, panas tubuh menular. Mereka berdua hanyut dalam ciuman dan sentuhan yang panas membara, mengabaikan Vincent yang tampak gugup dan tegang saat tanpa sengaja menyaksikan perbuatan mereka di kursi belakang melalui kaca spion di depannya.Ya, Kara memang sengaja membawa Vincent bersamanya untuk berjaga-jaga kalau dirinya mabuk dan tidak bisa menyetir sendiri.***
Dernière mise à jour : 2026-01-04 Read More