"Mas Ilham.""Iya, Sayang."Della yang sebelumnya tidur terlentang, memiringkan tubuhnya perlahan ke arah Ilham. "Mas, ngerasa tidak sih ada sesuatu di antara Papa sama Aina?"Ilham mengerutkan dahinya menatap istri tercintanya tak paham. "Tidak. Emangnya kenapa, Sayang?"Della mendengus gusar. "Masa Mas tidak ngerasain sih? Papa bela-belain gendong Aina ke kamar, terus manggil dokter pribadi keluarga cuma buat ngobatin Aina. Kayaknya Aina menantu istimewa deh."Della sengaja memberikan penekanan saat dia mengucapkan "menantu istimewa".Agar Ilham juga menyadari kejanggalan yang dia rasakan.Tapi, sepertinya radar Ilham kurang tajam untuk mencium keanehan di antara ayahnya dengan Aina."Itu pasti perasaan kamu aja, Sayang. Paling Raja cuma kasihan. Lagi pula apa istimewanya Aina?" Ilham membelai rambut Della lembut, menenangkan gejolak perasaan istrinya itu."Ih, Mas Ilham. Aku seriusan. Papa memperlakukan Aina begitu istimewa. Padahal sama aku, Papa cuek banget. Apa Mas tidak ngerasa
Terakhir Diperbarui : 2025-12-21 Baca selengkapnya