LOGINWarning 21+! Dalam pernikahannya yang dingin, Aina Maharani justru menemukan kehangatan dari sosok ayah mertuanya. Raja Wisnu Baskoro. Aina pun memulai permainan terlarang yang tidak seharusnya dia sulut. Ketika api gairah membakar keduanya, akankah Aina bisa berhenti atau memilih melanjutkan hubungan mereka yang bisa menghancurkan rumah tangganya yang sudah terlanjur rusak?
View More"Ahh .... Mas Ilham. Terus ...."
Langkah Aina Maharani terhenti seketika. Tubuhnya meremang, darahnya berdesir hebat saat mendengar suara desahan wanita yang begitu asing dari arah kamar utamanya.
Dengan tungkai gemetar, Aina memaksa kakinya melangkah mendekat. Pintu kamar itu tidak terkunci, sedikit terbuka, seolah sengaja membiarkan suara-suara dosa di dalamnya terdengar keluar.
Aina mendorong pintu itu perlahan. Dan detik berikutnya, dunianya runtuh.
Di atas ranjang pernikahan mereka, suaminya—Ilham—sedang menyatukan tubuh dengan seorang wanita tanpa sehelai benang pun. Mereka begitu larut dalam gairah, mengabaikan keberadaan Aina yang kini berdiri mematung dengan napas tercekat. Kantong belanja di tangan Aina terjatuh, menimbulkan suara gaduh yang akhirnya membuat Ilham menoleh.
Pria berkacamata itu berhenti sejenak, menatap Aina dengan pandangan kosong tanpa rasa bersalah.
"Oh, kamu sudah pulang?" tanyanya datar, seolah Aina hanyalah tamu tak diundang.
Tangan Aina mengepal hingga buku-buku jarinya memutih. Satu tahun pernikahan, ia rela menyerahkan sisa harta peninggalan orang tuanya demi modal bisnis Ilham. Ia rela menjadi istri penurut. Namun, balasan yang ia terima adalah pemandangan paling menjijikkan ini.
"Mas Ilham! Tega sekali kamu ...." Suara Aina bergetar hebat, air mata mulai membanjiri pipinya yang pucat. Telunjuknya mengarah pada wanita di sebelah Ilham. "Dan siapa wanita murahan ini?"
Amarah membuat Aina melupakan sopan santunnya. Namun, Ilham justru merengkuh bahu wanita itu dengan santai.
"Jaga bicaramu, Aina. Dia Della, kekasihku," jawab Ilham dingin. "Dia bisa memberikanku apa yang tidak bisa kamu berikan."
"Kekasih?!" Aina menjerit tertahan. Rasanya ia ingin meledak, menghancurkan segalanya. Namun, sebelum ia sempat bergerak, ibu mertuanya—Tari—muncul di ambang pintu.
"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut?"
"Ma, Mas Ilham—"
"Jangan dengarkan dia, Ma. Aina cemburu melihatku bersama Della," potong Ilham cepat.
Harapan Aina agar ibu mertuanya membela dirinya musnah seketika saat sebuah tamparan keras mendarat di pipinya.
Plak!
Sudut bibir Aina perih, rasa asin darah mulai terasa.
"Dasar tidak tahu diri!" bentak Tari dengan mata nyalang. "Harusnya kamu sadar posisi! Della akan menjadi istri kedua Ilham karena dia bisa memberikan keturunan. Tidak sepertimu, wanita mandul!"
Aina memegang pipinya yang panas, menatap dua orang yang seharusnya menjadi keluarganya itu dengan pandangan kabur oleh air mata.
"Kenapa kalian jahat sekali? Apa salahku?" isak Aina pilu.
"Salahmu karena kamu tidak berguna di rumah ini," Tari mencengkeram lengan Aina, menyeretnya kasar keluar dari kamar. "Mulai sekarang, belajarlah menerima nasib. Kalau Della hamil nanti, Ilham akan segera menceraikanmu!"
Pintu kamar ditutup keras tepat di depan wajah Aina. Dari dalam, tawa manja Della dan suara Ilham kembali terdengar, mengoyak sisa-sisa hati Aina yang telah hancur.
Seakan belum puas menambah garam di luka Aina, Tari kembali berkata kejam. “Kalau kamu sadar diri lebih baik kamu diam. Bersikaplah seolah kamu buta, dan tuli. Dengan begitu aku akan membiarkanmu tetap tinggal di rumah ini.”
Malam itu, Aina meringkuk di depan pintu, memeluk lututnya sendiri.
"Pa ... Ma ... Aina kangen," lirihnya, memanggil orang tuanya yang telah tiada karena kecelakaan pesawat dua tahun lalu.
Di rumah mewah ini, ia sendirian.
Benar-benar sendirian.
Senyum Aina tak pernah luntur sepanjang perjalanannya mengelilingi Kota Paris. Aina naik mobil sewaan bersama Raja. Ditatapinya setiap bangunan yang dia lewati dengan mata berbinar-binar. Akhirnya impiannya yang ingin berlibur di Kota Paris bisa terwujud juga. Semua karena Raja, suaminya yang teramat dia cintai itu. Tatapan Aina kemudian beralih pada Raja yang duduk di sampingnya dengan menggenggam tangannya penuh kehangatan. "Mas Raja," panggil Aina yang membuat Raja membalas tatapannya dengan dahi berkerut samar. "Ada apa, Aina? Kamu ingin kita turun dan membeli kue coklat yang seperti tadi?" tanya Raja yang mencoba menebak arti tatapan lembut Aina. Aina bergeleng pelan. "Bukan. Aku sudah kenyang, Mas Raja." "Lalu?" tanya Raja lagi yang menyatukan kedua alis tebalnya karena gagal menebak isi pikiran Aina. "Aku cuma merasa bersyukur punya suami seperti Mas Raja. Terima kasih Mas Raja untuk semuanya," ucap Aina seraya meletakkan kepalanya ke bahu kekar Raja. Raja sontak tert
Hari yang paling Aina tunggu-tunggu akhirnya datang juga.Malam ini pernikahan Aina dan Raja diselenggarakan dengan sangat mewah di gedung Wisnu Group.Banyak bunga-bunga yang menghiasi gedung tersebut, membuatnya bagaikan di negeri dongeng.Di ruangan belakang, Aina mematut dirinya di depan cermin dengan terkagum-kagum.Dia baru saja didandani oleh MUA terkenal. Gaun cantik menggantung indah di tubuh mungilnya. Dan tak lupa juga ada mahkota kecil yang tersemat di rambut Aina.Sungguh ini persis seperti pernikahan impian Aina. Dia benar-benar seperti putri dari negeri dongeng sekarang.Lama Aina menatapi pantulan dirinya di cermin. Sampai seorang wanita yang bertugas sebagai koordinator acara, melongok ke dalam ruangan ganti setelah mengetuk pintu yang sudah terbuka itu pelan."Nona, apa Anda sudah selesai?" tanya wanita tersebut pada Aina.Aina sontak menoleh ke arah si wanita koordinator dengan sedikit terkejut. Lalu, dia menjawab dengan mengangguk. "Iya, aku sudah selesai.""Baik.
"Ahh .... Ahhh ...." Aina mendesah saat Raja menggenjotnya di dalam kolam renang.Setelah makan malam dan menghabiskan dua botol sampanye. Mereka melepaskan pakaian mereka dan bercinta dengan panas di dalam kolam renang.Semua pembantu dan penjaga sudah beristirahat. Sehingga Aina dan Raja bisa puas bercinta di sini tanpa gangguan.Permukaan kolam renang yang gelap tampak bergelombang saat Raja menghunjamkan batangnya ke dalam kewanitaan Aina dengan gerakan cepat.Aina ikut menyeimbangkan gerakannya dengan menggoyang pinggulnya sendiri mengikuti ritme Raja."Ahhh .... Papa."Raja meremas pantat Aina dan membawa tubuh perempuan itu lebih ke atas sedikit, sehingga dia bisa melahap kedua payudara Aina.Aina menengadahkan kepalanya ke atas begitu gelombang kenikmatan menerpanya.Kenikmatan itu sungguh memabukkan. Dan Aina sangat menyukainya.Setelahnya, Raja mendudukkan tubuh telanjang Aina di pinggir kolam renang. Sementara dirinya tetap berada di dalam kolam.Dengan posisi seperti ini,
Sejak pertemuannya dengan Mbok Suti, Aina mencoba mencari tahu tentang keluarga aslinya melalui Anne.Dia memancing wanita yang telah mengaku sebagai kakak kandung Aina itu, dengan menanyakan bagaimana bisa Anne yakin jika Aina adalah adiknya.Dan Anne mengirimkan pesan balasan yang berisi foto hasil tes DNA, membuat Aina tercengang bukan main.[Aku sudah melakukan tes DNA dengan rambutmu, dan terbukti kita adalah saudara kandung, Aina. Kamu adalah Kelly, adik kecilku yang telah lama menghilang].Setelah berhasil mengendalikan keterkejutannya, Aina mengirimkan pesan lagi untuk Anne.Aina tidak akan berhenti bertanya sampai dia menemukan titik terang antara cerita Mbok Suti dan jawaban dari Anne.[Kapan kamu mendapatkan rambutku? Kenapa kamu sempat kepikiran melakukan tes DNA dengan memakai rambutku?].[Saat pertama kali melihatmu, aku langsung teringat Kelly. Lalu, aku memutuskan mengambil rambutmu diam-diam saat membisikkan ancaman untuk menjauhi Raja padamu. Kamu ingat kan?].[Aku s






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore