“Pak Haris, ini salah,” ucap Selena serak, suaranya nyaris tenggelam di tenggorokan. Namun tubuhnya justru mengkhianati kata-katanya sendiri.Ia ingin menghindar, ingin menolak, tetapi tubuhnya seakan menuntut sentuhan lebih. Kerinduan yang selama ini ia tekan rapat perlahan merambat, tak bisa lagi disangkal. Ia pun merindukan Haris, merindukan sentuhan Haris yang penuh kasih sayang.Haris tidak menjawab. Bibirnya kembali menyentuh bibir Selena, lembut namun sarat perasaan yang tertahan terlalu lama. Sentuhan kerinduan penuh hasrat.Selena sempat menahan diri, tidak langsung membalas. Namun perlahan, ia menyerah. Bibirnya terbuka, memberi ruang bagi Haris, dan tanpa disadarinya ia mulai membalas ciuman itu. Nafas mereka saling berpadu, lidah bertemu dalam keheningan yang penuh kerinduan, tanpa ada rasa asing di antaranya.“Ahhh.”Selena terpejam ketika desahan itu lolos begitu saja dari bibirnya. Bukan karena sentuhan yang berlebihan, melainkan karena perasaan yang terlalu lama terkun
Last Updated : 2026-01-26 Read more