FAZER LOGINSelena terpaksa menjalani hidup sebagai ibu rumah tangga karena sang suami melarangnya bekerja dengan alasan 'wanita hanya boleh di rumah'. Hidupnya terasa terkubur sampai suatu hari bos besar suaminya berkunjung ke rumah. Tanpa sengaja, Selena menerima tamu itu dengan penampilan sederhana—hanya daster tipis—dan justru membuat Haris, bos suaminya, terpesona. Dari sinilah jalan hidupnya berubah: tawaran pekerjaan sebagai sekretaris pribadi membuka kesempatan sekaligus jebakan. Yang awalnya sekadar pintu keluar dari rutinitas rumah tangga, perlahan menyeretnya ke hubungan terlarang dengan sang bos. Di sisi lain, suaminya yang semula menolak, justru memilih menutup mata demi ambisi promosi. Antara logika moral dan gairah yang tak terbendung, mereka semua terjebak dalam permainan yang mengancam runtuhnya rumah tangga.
Ver mais“Mi, kalau aku mau menghancurkan Mami, aku tidak akan pernah membantu Mami menyelesaikan masalah kala itu,” ucap Haris sambil menatap ibunya lekat.“Kamu membantu masalah waktu itu pasti karena punya niat lain, ya kan?”“Terserah Mami mau percaya sama aku atau tidak. Yang pasti, aku tidak mau menghancurkan Mami dan aku harus memikirkan cara lain untuk menyelamatkan Bintang.”“Kenapa kamu mau bersikeras untuk mengakui anak itu? Sedangkan sejak awal ibunya saja tidak ingin kamu mengakui anak itu.”“Karena dia anakku.”“Jika kamu ingin menghancurkan Mami, sekarang Mami akan sebutkan di mana celah-celah yang bisa kamu hancurkan.”Haris meraih tangan ibunya, tapi ditepis dengan kasar oleh Bu Rita.“Tidak perlu kamu anggap aku ibumu kalau kamu ingin menghancurkan seperti ini.”“Mami salah. Justru yang Mami lihat baik itu dialah yang ingin menghancurkan Mami. Raka meminta aku menghancurkan Mami, tapi aku tolak. Dan Mami lihat ponselku sekarang, isinya penuh dengan ancaman dari Raka.”Haris m
“Terus kamu takut?” tanya Selena kepada Haris.Haris menatap Selena cukup lama.Selena mengelus wajah Haris, menekankan pipi Haris, kening, bahkan dia memegang hidung sang suami. Dia seperti orang buta yang sedang mengenali wajah suaminya.“Kamu ngapain?” tanya Haris.“Melihat, memperhatikan, dan mengenali kamu. Karena, jujur saja, saat ini aku tidak kenal kamu. Kamu bukan seperti Haris yang dulu aku kenal, yang dulu mampu melawan semuanya, yang dulu mampu menyelesaikan masalah seberat apa pun. Tapi lihatlah kamu sekarang, bukan diri kamu yang sebenarnya,” jawab Selena.Haris terdiam dengan kejujuran yang dikatakan oleh sang istri.“Tapi dia mengancam ingin membunuh Bintang. Bukan hanya Anna yang ingin membunuh Bintang, tapi juga Raka,” jawab Haris.“Sekarang Bintang berada di tangan Anna. Anggap saja Bintang berada di tempat yang paling aman.”“Kok paling aman? Padahal Anna yang selalu mengatakan ingin membunuh Bintang,” protes Haris.“Itu hanya di mulutnya saja. Kalau dia memang ing
“Kenapa diam saja?” tanya Haris ketika Anna tidak langsung menjawab.“Untuk apa kamu mau mengambil Bintang?” tanya Anna kemudian.“Karena dia anakku dan aku akan bertanggung jawab sebagai ayahnya. Meskipun terlambat tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali,” jawab Haris.“Padahal sejak awal aku tidak pernah menuntutmu untuk bertanggung jawab terhadap aku maupun Bintang, tapi kenapa semua jadi seperti ini? Benar-benar mengesalkan!”“Anna, kamu yang memulai. Jadi kalau sudah seperti ini, tidak perlu kamu ungkit yang sudah terjadi.”“Berikan aku uang dua triliun dan silakan ambil Bintang.”“Apa kau mau merampok ku?” tanya Haris.“Bukankah sepadan dengan semua yang telah terjadi? Kau tahu saat ini aku sudah dipecat. Bahkan aku tidak memiliki penghasilan karena tingkahmu.”“Anna, ini sama saja dengan kamu menjual Bintang. Padahal Bintang itu anak kamu sendiri, kenapa begitu tega?”“Aku tidak menjualnya. Aku hanya mengembalikan kepadamu dan meminta pergantian setiap biaya yang aku kel
“Mama, aku mau kuenya. Harum sekali,” ujar Haisa yang baru saja datang ke dapur. “Boleh, Sayang. Ambil aja. Itu buatan nenek sama Bi Ratih,” jawab Selena. Haisa tampak menikmati kuenya dengan lahap. Tangannya satu memegang kue dan satu lagi memegang boneka. Selena hanya tersenyum melihat putrinya itu. Seketika dia teringat masa kecilnya dulu. Tetangga sebelah kontrakannya saat itu mendekati Natal. Mereka masak kue kacang dan harumnya hingga ke beberapa pintu kontrakan lainnya. “Ibu, itu bau apa?” tanya Selena kecil kepada ibunya. “Itu bau kue, Nak.” “Apakah di rumah kita punya kue?” tanya Selena. Dan pada saat itu dia sedang memegang piring berisi nasi keras yang ditaburi garam tanpa lauk sedikit pun. Membayangkan rasa kue yang begitu wangi itu membuat liurnya hampir saja menetes. Ibunya menggelengkan kepala. “Ibu sama bapak bekerja dulu ya supaya nanti kita bisa membuat kue.” Saat itu Selena hanya menganggukkan kepalanya, hanya bisa membayangkan rasa kue yang gurih dan mani












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Classificações
avaliaçõesMais