Mag-log inSelena terpaksa menjalani hidup sebagai ibu rumah tangga karena sang suami melarangnya bekerja dengan alasan 'wanita hanya boleh di rumah'. Hidupnya terasa terkubur sampai suatu hari bos besar suaminya berkunjung ke rumah. Tanpa sengaja, Selena menerima tamu itu dengan penampilan sederhana—hanya daster tipis—dan justru membuat Haris, bos suaminya, terpesona. Dari sinilah jalan hidupnya berubah: tawaran pekerjaan sebagai sekretaris pribadi membuka kesempatan sekaligus jebakan. Yang awalnya sekadar pintu keluar dari rutinitas rumah tangga, perlahan menyeretnya ke hubungan terlarang dengan sang bos. Di sisi lain, suaminya yang semula menolak, justru memilih menutup mata demi ambisi promosi. Antara logika moral dan gairah yang tak terbendung, mereka semua terjebak dalam permainan yang mengancam runtuhnya rumah tangga.
view more“Jangan, Pi,” ucap Selena.Dia melarang Pak Herman menghubungi Bu Rita, sebab Selena tahu masalahnya tidak akan selesai. Sekalipun Pak Herman menghubungi Bu Rita.Apalagi, Haris juga telah mengatakan kalau semalam Bu Rita sudah menelponnya dan wanita paruh baya itu tidak mengakui.“Kenapa? Apakah ada ancaman?” tanya Pak Herman.“Tidak ada, Pi.”“Rita ini memang sepertinya sangat keras kepala dan sulit berubah. Masih saja ingin memaksa Haris untuk mengikuti kemauannya. Padahal, seharusnya dia tahu kalau jodoh itu adalah keinginan hati. Sejak dulu, dia sudah berusaha memisahkan kalian, tapi cinta Haris pada kamu begitu besar dan ia tidak akan berhasil. Tapi, sepertinya dia tidak kapok,” sambung Pak Herman.Pak Herman sangat kesal. Dia pikir, setelah mengalami banyak masalah dan banyak hal, Bu Rita tidak lagi mengganggu Haris. Apalagi selama ini, semua masalahnya Haris selalu turun tangan membantu menyelesaikannya.Bahkan, pengalaman kegagalannya dalam berumah tangga, hingga berakhir per
"Main di rumah berbeda dengan main bersama teman, Bu.""Iya, tidak apa-apa. Nanti kalau sudah waktunya saya akan datang sendiri ke sekolah untuk mendaftarnya."Kedua orang itu akhirnya pergi dengan wajah masam. Mereka mungkin tidak menyangka akan mendapatkan penolakan dari Selena.Sedangkan Selena kembali ke dalam rumah untuk bermain bersama Aksa."Non, ada request masak apa hari ini?" tanya Bi Ratih dari dapur saat Selena baru saja hendak naik tangga.Selena diam sejenak. "Terserah Bibi deh.""Oke."Sehari-harinya, kalau Selena ada di rumah Bi Ratih akan meminta pendapatnya apa yang mau dimasak. Kadang-kadang, Selena sendiri lah yang masak, Bi Ratih sibuk dengan pekerjaan lainnya."Aksa mau main apa? Kita main di lantai tiga atau di kamar?" tanya Selena."N-nang," jawab Aksa sambil menunjuk ke arah kolam renang. Itu artinya dia mau berenang. Mungkin dia lelah seminggu di rumah sakit.Selena menggelengkan kepalanya. "Belum boleh, Sayang. Kamu masih sakit. Kita main di halaman aja, mau
“Haris, Mami tidak mengerti siapa yang kamu bicarakan.”“Bu Risma. Dia ibu kandungku. Katanya Mami dan dia sering berhubungan baik dan mau mengatur-ngatur hidupku. Apakah benar begitu?” tanya Haris.“Itu sama sekali tidak benar, Haris. Mami tidak pernah mengenal wanita itu. Hanya saja, pernah ada sesekali seorang wanita menelepon yang mengatakan kalau dia adalah ibu kandung kamu.”Haris memegang kepalanya. Sekarang dia tidak tahu antara Bu Risma ataupun Bu Rita, siapa yang harus dipercaya karena keduanya memang sulit untuk dipercaya. Aura kebohongannya begitu besar.“Terus?”“Terus ya Mami matiin lah karena Mami tidak kenal orang itu dan juga seumur hidup Mami tidak akan pernah memaafkan pelakor seperti dia.”Bahkan Bu Rita mengatakan hal itu sangat tegas dan jelas. Beliau seolah tidak peduli kalau dia sedang berbicara dengan Haris yang merupakan anak kandung dari Bu Risma.“Ya udah, Mi. Nanti aku bicarakan pada Selena kapan kami akan ke sana. Kemungkinan juga menunggu anak-anak libur
“Tentu saja Mama kenal dengan Mami kamu. Kami ini adalah ibu kamu. Mama yang melahirkan kamu, sedangkan Mami yang membesarkan kamu. Bagaimana bisa kami tidak saling kenal?” ujar Bu Risma.Haris menghentikan mobilnya. Ia menatap ibunya cukup lama.“Yakin Mama mengatakan hal itu?”“Yakinlah, karena kami memang ibu kamu. Sedangkan kalau Wati itu tidak ada hubungannya dengan kamu, jadi kamu tidak perlu terlalu baik padanya.”Haris menghela napas berat. Dia tidak tahu kapan Bu Risma menghubungi Bu Rita. Yang pastinya, kalau keduanya bersatu, mereka tidak mau mengerti apa pun. Hanya tahunya memaksa keinginan.Haris juga heran mengapa Bu Rita bisa menerima Bu Risma, sedangkan dulu Bu Risma adalah orang yang mengganggu rumah tangga mereka.“Aku tidak tahu bagaimana caranya Mama mendekati Mami, tapi apapun yang kalian katakan, kalian tidak berhak mengatur hidupku. Baik itu Mama ataupun Mami.”Haris menghentikan ucapannya sejenak, mengatur napasnya agar menahan emosi yang memuncak.“Dan juga Ma












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Mga Ratings
RebyuMore