Amira melanjutkan menaiki tangga sambil bersenandung riang. Ia benar-benar tidak peduli dengan laki-laki yang berada di belakangnya.“Sekretaris Ken, apa Anda tahu lagu yang saya nyanyikan barusan?”“Tidak.”Amira terkejut dan spontan membalikkan tubuhnya. Kenakalan takdir hampir saja membuat Ken mencium kening Amira. Sekretaris itu langsung mundur beberapa langkah.“Tegang sekali hidup Anda, ya? Itu lagu Judika—Jadi Aku Sebentar Saja judulnya. Nanti saya kirim, dengarkan baik-baik.”"Hampir saja aku menciumnya." Dada Ken bergemuruh hebat.Amira memasuki kamarnya, diikuti Ken dari belakang. Ia mendadak menghentikan langkah, mulutnya membulat. Tanpa sadar, tangannya menepuk kecil.“Wow, hebat sekali dia. Tadi dia duduk di sofa, sekarang sudah berbaring di tempat tidur. Ya ampun, dia cuma sakit perut, bukan sakit keras,” gumam Amira pelan.Arsya duduk bersandar di tempat tidur sambil memainkan ponselnya. “Kenapa kamu bertepuk tangan?”“Eh—tidak, Tuan. Saya hanya memuji suara saya sendir
最終更新日 : 2025-12-10 続きを読む