“Sat, jangan buru-buru dulu pulang, kita rayakan kerjasama ini,” Sheila buru-buru ambil minuman di mini barnya, lalu tuangkan ke dua gelas dan ajak Satria toss.Si cantik ini ceria tak terkira, bagaimana tidak, usahanya yang kini di ambang kebangkrutan, secara tak terduga akan dapat guyuran dana jombo dari si 'adik' ipar, nggak nanggung - nanggung pula.Dan sama seperti bantuan Bambang yang dulu, Sheila juga tak bawel nanya, darimana uang-uang Satria ini baginya duit masuk, maka perusahaannya akan ready lagi dan siap garap proyek apapun, Sheila memang lulusan Tekhnik Sipil, udah S-3 malah.Tengg…dua gelas kini bertemu dan wajah keduanya sama-sama senyum, terlebih Sheila.“Sat….kamu tak ingin juga sekalian tanam saham di…!” Sheila tunjukan perutnya yang rata dan mulus, hingga Satria kaget lalu tertawa.“Bukannya nggak mau, tapi aku ngeri, nggak mau aku jadi sasaran cambuk kamu,” cetus Satria, hingga Sheila terkekeh.“Jujur, dulu itu aku lagi galau, gara-gara mantan suamiku main serong,
Leer más