Mr. El memandang arlojinya. Jarum pendek menunjuk angka dua. Pukul 02.00 dini hari waktu setempat.Artinya, di Jakarta saat ini sudah pukul 07.00 pagi. Ia mengira Nenek Prilly dan adiknya masih berada di Samarinda saat ini. Neneknya iya, sudah pulang ke Samarinda, tapi adiknya tinggal di Jakarta.Kalau begitu, batinnya, adiknya mungkin sedang berada di sekolah saat ini. Dengan tangan sedikit gemetar, Mr. El mencoba menghubungi nomor ponsel Nenek Prilly.Angka-angka itu masih hafal di luar kepala.Ia menekan tombol panggil, lalu menempelkan ponsel ke telinga, menahan napas. Nada sambung tak kunjung terdengar. Nomor itu tidak aktif.Mr. El menutup mata sejenak. Dada terasa sesak. Sudah hampir satu setengah bulan ia menghilang tanpa kabar. 3X ia ulangi, tapi ponsel neneknya tetap tak aktif.Bayangan wajah Nenek Prilly yang selalu khawatir setiap kali ia pulang terlambat kini menghantui pikirannya, juga tawa Irman yang tanggal gigi susunya hingga kalau tertawa, sangat lucu mengusik hatinya
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-21 อ่านเพิ่มเติม