Nona Shella menatap bahuku yang lebar, turun ke dadaku yang bidang dan berkeringat di balik singlet tipis, lalu tatapannya terus turun ke perutku yang kencang, dan berhenti cukup lama di area selangkanganku yang tertutup sarung.Sarungku yang tadi sempat basah sedikit karena terkena air liur Nona Claudia, kini sudah agak kering, tapi tetap saja ada jejak lembab yang samar di sana.Mata Nona Shella menyipit curiga ketika melihat sarungku yang sedikit basah itu. Dia memajukan wajahnya lagi, mengendus pelan udara di sekitar kami. Hidung mancungnya kembang-kempis sedikit, seolah mencium aroma yang tidak asing.“Alah cuk, cuk, piye kii… piye misal Non Shella tau aroma cairan putih. Diem ya, Tot, Gatot, jangan berdiri dulu, jangan munculin baunya duluu!”Nona Shella semakin mendekatkan hidungnya ke bekas basah di sarungku. Dia kemudian mencium aroma keringat laki-laki, aroma sabun mandi, dan aroma khas l
Last Updated : 2025-12-13 Read more