"Ray, kamu mungkin nggak tahu harga gedung ini, ya? Bahkan untuk sewa kantor saja, per bulan butuh puluhan miliar. Jelas bukan sesuatu yang bisa kamu tanggung!"Usai bicara, wajah Malia tampak penuh hinaan. Dia mencibir dan berkata, "Jadi, kusarankan kamu sebaiknya tahu diri, keluar saja. Orang sepertimu, jualan di pinggir jalan saja sudah cukup. Ngapain pura-pura jadi pebisnis elite?"Benar saja.Malia masih tetap saja merendahkan orang!Aku mengernyit dan berkata dengan ketus, "Malia, sekarang aku nggak akan lagi menjaga sikap demi Nindy. Ingat baik-baik, mau aku sanggup sewa atau nggak, selama aku masuk ke pusat pemasaran ini, kamu sebagai sales properti harus melayaniku dengan benar!""Kalau kamu terus bicara sembarangan, pekerjaanmu juga nggak akan bisa dipertahankan."Dengan sikapnya sekarang, bahkan tanpa bantuan Rizky sekalipun, Malia tetap akan kena masalah."Heh, kamu benar-benar sudah berani ya, sampai berani mengancamku?" Malia sama sekali tidak takut, sebaliknya malah ters
閱讀更多