INICIAR SESIÓNIstriku adalah orang yang mendalami ajaran agama. Hal yang paling tabu baginya adalah menuruti nafsu. Urusan suami istri hanya boleh dilakukan setiap tanggal 16 setiap bulan, bahkan semua hal harus dia kendalikan dengan ketat. Begitu aku melampaui batas, dia akan tanpa ragu menghentikan semuanya dan pergi. Sudah lima tahun kami menikah. Meskipun aku punya banyak ketidakpuasan, karena mencintainya, aku terus mengalah. Aku sempat mengira bahwa meskipun dia adalah seorang "dewi" yang tidak berperasaan, setidaknya dia mencintaiku. Sampai suatu hari, saat aku mengikuti tim ke sebuah hotel yang terbakar untuk melakukan misi penyelamatan, barulah aku sadar betapa salahnya aku selama ini. Saat menemukannya, istriku sedang bersandar di pelukan pria lain. Di antara mereka, bahkan ada seorang anak kecil.
Ver másMendengar itu, mata Mayumi langsung membelalak karena terkejut."Presdir Rising Dragon memang hebat! Kalau orang lain pamer kekayaan dengan beli rumah atau mobil, kamu malah pamer dengan beli sebidang tanah? Jadi manusia yang normal dong!"Begitu mendengarnya, aku langsung tertawa getir. "Kamu mikir apa sih? Aku juga terpaksa begini.""Sekarang perusahaan punya kerja sama dengan perusahaan di Kota Shandro dan butuh produksi obat dalam jumlah besar untuk dikirim ke sana.""Tapi dua pabrik farmasi yang kerja sama dengan kami di Kota Cloudia disegel. Ada yang sengaja menjebakku.""Aku juga nggak mau melewatkan pasar besar di Kota Shandro, jadi satu-satunya pilihan adalah mempertimbangkan membeli lahan dan membangun pabrik sendiri .... Entah masih keburu atau nggak.""Alasan Nindy bisa menipuku juga karena masalah ini."Setelah itu, aku menjelaskan secara singkat kesulitan yang sedang dihadapi Rising Dragon kepada Mayumi.Mayumi mengangguk paham. "Pantas saja.""Tapi dalam situasimu sekara
"Ada hal-hal yang menyangkut prinsip. Kalau nggak boleh disentuh, ya tetap nggak boleh!"Begitu kata-kata itu terlontar, kilatan emosi yang rumit melintas di mata indah Mayumi. Entah apa yang sedang dipikirkannya."Jadi kamu pria yang cukup berpegang pada prinsip?""Tentu saja. Turunkan suhu AC sedikit, panas."Sampai saat ini, aku bahkan mulai curiga Nindy juga mengutak-atik aroma terapi di ruang VIP itu. Kalau tidak, tidak mungkin aku masih merasa sepanas ini meski sudah keluar dari sana!Namun yang tidak kuduga, Mayumi sama sekali tidak mendengar ucapanku. Wajahnya tampak cemas dan panik. Bahkan di balik wajahnya yang memerah, terselip sedikit rasa malu ...."Mana cukup kalau cuma nyalain AC? Aku pernah baca di novel, kalau hal seperti ini nggak segera disalurkan, bisa menimbulkan efek samping yang serius.""Tapi Hawa lagi nggak ada ... aku harus gimana?"Saat mengatakan itu, suara Mayumi sampai bergetar. Seolah-olah dia baru saja mengambil keputusan besar, dia mengulurkan satu tang
Setelah telepon ditutup, jantung Mayumi berdebar kencang. Dia panik bukan main.Tanpa ragu sedikit pun, dia langsung berlari keluar dari ruang dosen dan melesat menuju alamat yang dikirim Ray."Mantan istri, mantan istri .... Omong kosong apa itu? Aku saja belum dapat giliran. Dia sudah punya mantan istri."Pikiran Mayumi benar-benar kacau. Sepanjang perjalanan, dia menginjak pedal gas hingga kandas. Dia takut terlambat.Takut saat pintu dibuka nanti, pemandangan di dalamnya menjadi sesuatu yang tidak akan bisa dia terima seumur hidupnya.Sementara itu, di dalam ruang VIP, Nindy sedang menggedor-gedor pintu kamar tidur. "Ray! Kamu bohong! Kamu telepon siapa? Siapa yang larang kamu main perempuan di luar? Perempuan lain ya?"Saat itu, suara Nindy dipenuhi kemarahan dan kesedihan. Air matanya terus mengalir tanpa bisa dibendung. Dia tidak terima! Dia sudah melakukan sampai sejauh ini, kenapa hati Ray masih juga tidak bisa kembali?Namun, sekeras apa pun dia menggedor pintu, Ray tetap tid
"Aku nggak percaya kamu sudah benar-benar nggak punya perasaan apa pun padaku. Begitu kita tidur bersama, pasti kamu akan bereaksi."Sambil berkata demikian, Nindy mengambil gelas anggur merah itu dan justru meminumnya sendiri hingga tandas dalam sekali teguk."Kamu ...." Aku langsung tercengang."Kamu benar. Di dalam anggur ini memang ada sesuatu yang kusiapkan untukmu, sekadar untuk menambah suasana." Nindy mengusap sudut bibirnya, lalu tersenyum."Kalau kamu nggak mau minum, nggak masalah. Efeknya tetap sama kalau aku yang minum. Sekarang pintunya sudah terkunci. Kamu juga nggak bisa pergi."Melihat ekspresi Nindy yang seolah sudah yakin bisa menguasaiku, aku langsung merasa kesal."Kamu benar-benar gila! Masih berani melakukan hal seperti ini? Kamu pikir cara ini bakal buat aku hargai kamu? Gimana dengan ajaran yang kamu pelajari selama ini? Nggak merasa itu ironis?"Menghadapi rentetan makianku, ekspresi Nindy tidak berubah sedikit pun. Senyuman tipis itu tetap menghiasi wajahnya.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Calificaciones
reseñasMás