Saat itu, pikiran Nindy kacau balau dan begitu rumit hingga tak terlukiskan.Hanya dalam satu detik, dia sudah mengambil keputusan. Dengan tatapan putus asa, dia bergumam pelan, "Ray, kamu cari mati sendiri. Nggak bisa salahin orang lain.""Aku ... aku akan merawat orang tuamu di masa tua mereka."Namun, tepat saat Nindy hendak mengumumkan bahwa dirinya sudah bercerai dengan Ray dan tidak lagi memiliki hubungan apa pun, dia melihat sebuah pemandangan yang mengejutkan semua orang!Di atas panggung, Hamid melihatku.Pada detik berikutnya, dia tidak marah ataupun bingung, melainkan seperti melihat orang penting. Dia langsung berlari kecil ke arahku."Guru duduk di mana?""Jangan-jangan mataku sudah rabun, dari tadi nggak lihat Guru."Hamid berlari kecil menghampiriku, lalu menggenggam tanganku dengan erat dan penuh kegembiraan. Aku tersenyum tipis kepadanya dan berkata, "Tadi sempat lihat beberapa proyek orang, jadi baru ke sini.""Oh ya, Guru Ray? Proyek siapa saja?"Hamid menepuk dadany
Read more