Setelah Reon meninggalkan apartemen, Ellena membawa keranjang buah pemberian lelaki itu ke dapur. Dengan gerakan pelan, Ellena memilah isinya—apel dan pir dia susun rapi di rak kulkas, sementara pisang dan jeruk dia letakkan di mangkuk buah di meja makan. Setelah itu, Ellena kembali ke ruang tengah, menuangkan air ke dalam vas kaca bening, lalu menata buket bunga pemberian Reon. Kelopaknya mengembang perlahan, warna-warna lembutnya membuat ruangan terasa lebih hidup. Saat Ellena merapikan tangkai terakhir, Niar keluar dari kamar dengan rambutnya yang sudah kering dan wajah segar setelah mandi. Pandangan wanita tua itu langsung tertuju pada vas di meja. "Bunga dari mana, Ellena?" tanya Niar, dia mendekat. "Dari Pak Reon, Nek," jawab Ellena singkat. "Tadi dia singgah sebentar, katanya gak sempat ketemu nenek karena dia mau ke bandara." Niar tersenyum kecil, menatap bunga itu sejenak. "Pak Reon itu enggak berubah ya dari dulu," katanya pelan, lalu menoleh ke cucunya. "Dari kal
Last Updated : 2026-01-18 Read more