"Kamu masih berani bertanya begitu, Dareon?" nada Diana menghunus. Matanya memicing tajam. Dia berdiri tegak di tengah ruangan, aura dinginnya kini retak oleh kemarahan yang jelas terlihat di netranya. "Kamu sudah mencoreng nama baik keluarga Adinata demi perempuan tidak tahu diri itu, Dareon!" seru Diana. Dia menarik napas panjang dan tatapannya beralih pasa Ellena. Reon memandang mamanya dengan sorot serius. "Ellena sudah jadi istri aku, Ma, suka gak suka, mama harus terima kenyataan itu," ujarnya. Laura dan Vino refleks mundur setengah langkah. Keduanya menjaga jarak. Sementara Sherine cepat-cepat mendekat ke sisi Diana, seakan mencari perlindungan. "Kak Dareon melawan keluarga pasti pengaruh dia, Tante," katanya lirih tapi penuh tekanan. Diana menepuk tangan Sherine dengan lembut. "Sampai kapan pun, mama tidak akan merestui hubungan kalian. Hanya Sherine yang bisa jadi menantu mama.""Dan, kamu!" Telunjuknya naik tertuju pada Elle
Magbasa pa