“Pacar? Wendy, kamu benar-benar sudah punya pacar? Sejak kapan? Bagaimana kondisi keluarganya? Kalau terlalu miskin, nggak usah saja.”Sejak lama Rina sudah punya perhitungan sendiri. Dia tahu mustahil anak angkatnya menikah masuk ke Keluarga Carter. Namun, berdasrakan paras dan penampilan Wendy, jelas bukan hal sulit untuk dapat pria kaya lainnya.Awalnya, dia juga tak ingin Wendy menikah terlalu cepat. Setelah menikah, tak mungkin lagi mengharapkan uang masuk darinya. Kalau saja Tuan Aiden tiba-tiba tertarik dan mempergundiknya, itu akan lebih baik lagi. Sayangnya, Rio sudah diusir dari vila Keluarga Carter. Jelas sudah tak ada harapan Wendy akan dipilih Tuan Aiden. Daripada menunggu tanpa kepastian, mending Wendy menikah dengan pria kaya lain. Cepat atau lambat, anak perempuan memang akan keluar dari rumah.Begitu mendengar ucapan Rina, Nyonya Martha langsung tidak senang. “Rina, apa maksudmu meremehkan begitu? Selama Wendy bahagia, kita sebagai orang tua seharusnya merestuinya.”“I
Baca selengkapnya