LOGINSemua orang tahu bahwa Wendy Sanders adalah pembantu di Keluarga Carter, tepatnya pelayan pribadi Aiden Carter. Sejak kecil hingga dewasa, dia selalu berada di sisi Aiden untuk menangani semua urusannya. Hingga suatu hari, Aiden berkata dengan dingin, “Kamu cuma pembantu rendahan. Enyah dari pandanganku!” Wendy benar-benar menghilang. Aiden begitu percaya diri, mengira Wendy yang selalu patuh itu pasti akan kembali. Jadi, dia sama sekali tidak menghiraukannya. ··· Saat mereka bertemu lagi, Wendy telah menjadi sekretaris lawan bisnis Aiden. Dia berciuman mesra dengan pria lain, membuat Aiden seketika diselubungi rasa cemburu yang membutakan akal. “Wendy… pulanglah. Kembali ke sisiku, ya?” Di malam hujan itu, Aiden berlutut di tanah sambil memohon dengan suara teramat hina. Ferran Hayes menarik pinggang ramping Wendy ke dalam pelukannya untuk menegaskan kepemilikan. “Aiden Carter, siapa dirimu sampai berani memanggil namanya langsung?” ··· Semua orang mengira Wendy hanyalah mainan sementara Ferran yang kapan saja bisa ditendang jauh. Sampai sebuah video tersebar. Pewaris Grup Hayes yang selalu tampak dingin dan tak tersentuh itu tengah menggendong perempuan mungil itu dengan lembut sambil membujuknya dengan suara rendah, “Sayang, sini… Gigit sini…” ··· Ferran tidak pernah percaya pada cinta pada pandangan pertama. Namun, Wendy adalah pengecualiannya. Tak seorang pun tahu bahwa pada detik pertama dia melihat Wendy, kepalanya sudah dipenuhi puluhan bayangan yang tak pantas diucapkan. Ferran berkata, “Bunga statice melambangkan kebahagiaan. Ketika kamu datang padaku, aku akan melakukan apa pun untuk mengejarmu. Sebab, kebahagiaanku adalah dirimu, Wendy.”
View More“Apa?”Butuh beberapa detik sampai Wendy benar-benar bisa mencerna kata-kata tersebut.Seperti batu besar yang menghantam permukaan air tenang, hatinya bergolak hebat. Setelah berlalu lama pun masih tak kunjung tenang.Ferran menangkup wajahnya dengan lembut, menempelkan dahi padanya.Mata Wendy yang berbinar menatap lurus padanya.“Aku bilang, Wendy Sanders, ayo kita menikah.”Kata-kata terakhir itu diucapkan Ferran dengan sangat pelan dan jelas.Nikah? Ferran ingin menikah dengannya?“Nikah?”Wendy refleks ingin menghindar, tapi pipinya sudah terkurung di telapak tangan Ferran.Ferran tahu ini bukan sesuatu yang bisa langsung diterima Wendy. Dia menggendong dan membawanya ke sofa lain, lalu mendudukkannya di pangkuan.“Keluargaku ingin aku segera menikah.”Wendy terpaksa berhadapan langsung dengannya. Ekspresinya sama sekali tidak terlihat sedang bercanda.“Tapi… kenapa saya yang Anda pilih? Saya sama sekali tidak pantas untuk Anda.”Ujung hidung Ferran menyentuh hidungnya, napas pan
“Ini, ‘kan? Oh, iya! Nona cantik, siapa namamu?” tanya Sarah sambil menggandeng tangan Wendy dengan ramah.Wendy terkejut dengan perubahan sikap itu. “Tante, nama saya Wendy Sanders.”Ibunya Ferran terkesan aneh, tapi Wendy juga tidak tahu persis di mana letak keanehannya.“Tadi Ibu membuat Wendy ketakutan,” ujar Ferran yang jelas tidak setuju dengan sikap ibunya barusan.Wendy? Panggilan ini terdengar begitu intim.Wendy menoleh dan menatap pria yang sedang tersenyum lembut itu. Ferran pun menyadari tatapannya dan membalasnya.“Aduh, Wendy. Tadi itu salah tante. Bocah ini nggak bawa kamu pulang rumah, tante kira dia cuma bikin kamuflase saja.”Meski ada banyak rumor di luar sana, Sarah juga tahu Ferran membawa wanita pulang ke rumah, dia tetap menahan diri untuk tidak bertanya langsung pada Ferran. Namun, Ferran tidak kunjung membawa pacarnya pulang. Jadi, dia pun terpaksa datang sendiri untuk mengonfirmasi kenyataan.Sosok Wendy benar-benar di luar dugaannya. Sarah percaya pada penil
“Berapa usiamu?”Tatapan Sarah Weston tidak sedikit pun berusaha menyembunyikan penilaiannya. Matanya menyapu tubuh Wendy, lalu berhenti sejenak di leher putih dengan bekas merah yang tak mungkin terabaikan.Anak muda sungguh sangat bergairah. Tak disangka anaknya juga punya sisi seperti itu. Sarah benar-benar terkejut.“25 tahun,” jawab Wendy jujur.“Apa hubunganmu dengan anakku?” tanya Sarah lugas.Anak? Ternyata dia adalah ibunya Ferran.Wendy berpikir beberapa detik dan berkata, “Saya adalah bawahan Tuan Ferran.”“Bawahan bisa tinggal serumah?”Anaknya sudah memakan orang ini habis-habisan, tapi orang ini hanya menyebut diri sebagai bawahan? Sarah diam-diam ikut tegang.Awalnya dia datang dengan riang untuk melihat calon menantu. Siapa sangka, calon menantunya malah tidak mau mengaku.Wajah Wendy tampak canggung. “Tante, saya sangat berterima kasih atas bantuan Tuan Ferran di saat saya kesulitan, jadi…”“Jadi, kamu membalasnya dengan menyerahkan diri?”Sarah menyambung kalimat Wend
Wendy kehilangan keseimbangan sehingga terjatuh ke arah Ferran.Ciuman masih berlanjut.Ferran akhirnya melepaskannya dan tersenyum tipis. “Pantas saja rasanya manis. Ternyata kamu.”Wendy tersadar dari linglungnya, buru-buru merangkak bangun.“Kalau mengantuk, tidur saja di tempat tidur. Saya… saya pergi ke toilet dulu.”Ferran menatap punggung Wendy yang menjauh, menjilat bibir tipisnya seolah belum puas.Manis sekali.···Di Grup Ferran.Kantor CEO kedatangan seorang tamu tak diundang.“Kak, kenapa denganmu? Kamu habis begadang? Lingkar hitam di matamu parah banget.”Lisa Weston menatap kakaknya dengan mata bulat penuh rasa ingin tahu.Mereka pulang negeri bersama. Lisa bekerja di departemen desain salah satu anak perusahaan Grup Hayes, jadi jarang datang ke kantor pusat.Belakangan ini, gosip tentang kakaknya benar-benar bertebaran.Awalnya Lisa mengira itu cuma rumor. Begitu wanita itu muncul di Grup Hayes, dia mau tak mau harus percaya bahwa kakaknya yang terkenal dingin dan keba
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.