Usai jam istirahat makan siang yang terasa hambar, telepon di depan Shanum berdering. Dengan gerakan yang malas, ia mengangkatnya. “Ya, Pak? Ada apa?” Setelah beberapa saat, Shanum mengangguk pelan. “Baik, Pak. Saya akan segera ke sana … mungkin sekitar lima menit lagi. Bagaimana, Pak? Oh, baik, saya akan ke sana. Mohon tunggu, Pak.” Shanum segera menyambar tas selempang miliknya dan memasukkan ponsel ke dalamnya. Gegas ia mengganti sandal jepit yang ia kenakan di dalam ruangan dengan stiletto. Lalu, ia keluar. “Ada apa ini? Gak biasanya Pak Daniel memintaku datang ke sana? Apa … Michael ada di sana dan ingin bicara empat mata denganku untuk menjelaskan kronologi pagi tadi? Tapi, itu tidak mungkin. Pak Michael tidak sebodoh itu ingin menemuiku di ruangan Pak Daniel.” Sebenarnya, Shanum diminta oleh Manajer Pemasaran untuk menemuinya. Ia sempat menaruh curiga, tetapi segera mengenyahkannya dan melangkah menu
Last Updated : 2026-02-05 Read more