“Bajingan kamu, Mike! Mikeeee! Lepaskan aku! Lepaskan!”Di dalam jet pribadi, Felice diikat kencang oleh bawahan Michael. Ia meronta berulang kali meminta dilepaskan. Bahkan saat Michael mendekat, ia meludahi pria itu hingga membuatnya marah.Telapak tangan kanannya kemudian bergerak mencapit dagu wanita itu. “Kamu menyebutku bajingan, tetapi kamu sendiri brengsek, Sialan. Kalau kamu tidak membuatku marah—mengadu dombaku dengan Shanum, mungkin aku tidak akan begini.”Sebelum Felice meludahinya lagi, ia menambahkan, “Sekarang, kamu tahu kemarahanku, ‘kan? Aku bukan pria yang bisa kamu singgung, Felice. Sudahi kegilaanmu itu!”Michael segera mengempaskan wajah Felice. Dengan napas terengah, ia bersiap pergi dari kabin itu. Tapi, langkahnya melambat ketika ia mendengar rintihan wanita itu yang menyayat hati.“Bagaimana aku bisa menyudahi kegilaanku, sementara sejak dulu aku sangat-sangat menginginkanmu,” katanya getir. Felice kembali terisak dan dia berteriak-teriak, “Bahkan, kita sejak
اقرأ المزيد