Sekar menghela napas, tak habis pikir dengan Jagat yang tidur di lantai dekat pintu unit apartemennya. Kenapa tak pulang saja sih? Toh ia juga tak mungkin membukakan pintu untuk pria itu meski bel sudah berbunyi dan pintu sudah diketuk, karena semalam ia tertidur pulas. Sambungan internet di ponselnya pun tak ia hidupkan.Rasa marah, kesal, cinta, dan kasihan bercampur jadi satu di hatinya. Ingin rasanya ia mengomel panjang lebar di depan Jagat, tapi melihat kondisi pria itu yang sedang demam membuatnya tidak tega."Mbak, itu pacarnya kasihan dari semalam sudah di depan pintu unit punya Mbak. Saat saya tawari menginap di tempat saya, dia nggak mau."Seketika ia menoleh ke belakang di mana suara seorang pria itu berada. Dilihatnya pria itu yang sepertinya masih mahasiswa sedang menatapnya dan Jagat."Oh, begitu ya, Mas. Saya nggak tahu kalau dia datang ke sini dan semalam saya juga sudah tidur pulas, jadi tidak mendengar ketukan pintu atau bunyi bel.""Iya, Mbak. Semalam memang sudah d
Ler mais