Share

Bab 105

Author: Dandelion
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-13 23:49:07

Jagat langsung menghubungi Sekar, namun nomor wanita itu tidak aktif. Ia coba mengirimkan pesan, juga hanya berakhir dengan centang satu. Apa yang sudah Mamanya bicarakan dengan Sekar? Hingga satu kalimat yang Mamanya ucapkan beberapa waktu lalu terlintas di pikirannya.

"Kalau kamu memang nggak mau menjauhi wanita itu dan tetap ingin berhubungan dengan dia, Mama yang akan membuat wanita itu menjauh dari kamu."

Jangan-jangan kedatangan Mamanya adalah untuk meminta Sekar menjauhinya? Tidak. Ia ti
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 155

    Devan berlutut di hadapan Sisil dengan cincin berlian yang begitu indah setelah wanita pujaannya itu menerima buket bunga darinya. "Maaf karena udah bikin kamu kesal, maaf karena udah bohongi kamu. Semua aku lakukan biar semua rencana ini berhasil. I really love you, Sil. You're the only one for me now and forever. Will you marry me?"Sisil masih berdiri di depan Devan, matanya berkaca-kaca tak menyangka bahwa kekasihnya ini sedang melamarnya. Karena sejujurnya dari awal memiliki hubungan dengan Devan, ia tak terlalu berharap untuk bisa berlanjut sampai ke jenjang serius meskipun pria itu berulang kali selalu mengatakan ingin menikahinya. Makanya setiap orang yang bertanya tentang hubungannya akan selalu ia jawab "Doakan saja."Sisil tak mau sesumbar mengatakan bahwa ia akan dinikahi oleh seorang Devan, terlebih dengan track record pria itu yang sebelum dengannya selalu mudah berganti pasangan. Kata kedua orang tua dan kakak Devan, ia adalah wanita pertama dengan durasi terlama yang d

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 154

    Satu minggu telah berlalu sejak curhatan Sisil pada Sekar malam itu dan kini mereka sudah berada di puncak Bogor untuk merealisasikan liburan yang tadinya direncakan oleh Sisil dan Devan."Sumpah gue masih sebel banget sama Devan. Rasa keselnya masih ada sampai sekarang. Gue udah mencoba pengertian tapi ternyata gue nggak bisa. Nggak ikhlas banget karena ini rencana udah dari berbulan-bulan lalu." Ucap Sisil dengan wajah yang bersungut-sungut."Gue paham kok perasaan lo, Sil. Tapi coba deh ambil sisi positifnya - kesempatan kita bisa ngumpul kek gini." Sebenarnya dalam hati Sekar tertawa terlebih saat melihat ekspresi di wajah Sisil. Namun tetap ia harus bersikap biasa saja agar semua yang Devan rencanakan berhasil.Ah... tapi ada hal yang sampai saat ini masih membuat Sekar kesal, bukan pada Sisil atau Devan, melainkan pada Jagat karena sepertinya pria itu berbohong padanya.Ia masih ingat betul saat pertemuan mereka, Jagat bilang Devan meminta tolong untuk menyampaikan padanya tenta

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 153

    Sekar duduk di sofa panjang tepat di samping Mamanya. Televisi di depannya masih menyala karena setelah beberapa saat sang Mama masih fokus menonton acara yang sedang ditayangkan dan ia lebih memilih diam menunggu Mamanya berbicara terlebih dahulu."Mama tahu kamu pulang dengan Jagat dan malam ini bukan untuk yang pertama kalinya. Benar kan?"Sekar tercekat. Selama ini ia berusaha menutupi pertemuannya dengan mantan kekasihnya itu dari sang Mama, namun ternyata Mamanya malah sudah tahu.Meski Mamanya tak pernah bertanya atau berusaha ingin tahu tentang kehidupan pribadinya, namun ia tetap merasa telah mengkhianati sang Mama karena menyembunyikan pertemuannya dengan Jagat.Bukan tanpa alasan ia merasa seperti itu. Semua karena ia teringat bagaimana Bu Dian pernah mengancamnya dan mengancam sang Mama demi bisa memisahkan dirinya dengan Jagat. Dan kini dengan bertemunya ia dan Jagat kembali seolah membuka ingatan dan luka yang terjadi saat itu."Ma, Sekar bisa jelasin. Ini nggak seperti

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 152

    Sekar tak menjawab jalimat yang beberapa saat lalu keluar dari mulut Jagat. Meski sedari tadi ia berharap pria itu mengajaknya jalan, nyatanya kalimat rindu dari Jagat tetap terasa menyakitkan untuknya karena ia kenyataan tentang hubungan mereka yang tidak direstui oleh Bu Dian kembali berputar di pikirannya.Ia masih ingat dengan jelas bagaimana Bu Dian mengancamnya untuk mengakhiri hubungannya dengan Jagat. Ia juga masih ingat saat Arjuna memberitahunya bahwa Mamanya juga diancam oleh Bu Dian.Rasanya sulit untuk ia dan Jagat kembali bersama jika tak ada restu dari ibu pria itu. Ia juga tak mungkin rela membuat keluarganya terluka atau celaka hanya karena keegoisan cintanya untuk Jagat."Saya pamit pulang, Pak. Terima kasih atas minumannya." Setelah beberapa saat hanya berdiri diam di tempatnya, akhirnya Sekar memilih berpamitan tanpa menanggapi ucapan Jagat."Saya antar." Ucap Jagat begitu saja.Sekar akhirnya menoleh untuk mengatakan bahwa ia bisa pulang sendiri, tapi ucapannya te

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 151

    Nyatanya Sekar tak langsung pulang setelah ia keluar dari salah satu restoran tempat ia bertemu dengan Cindy karena ia justru berbelok ke sebuah toko pakaian. Tiba-tiba ia ingin membeli celana jins panjang di sana.Saat matanya sibuk memilih, mulutnya juga tak kalah sibuk. Ia menceritakan hal yang baru saja terjadi pada Sisil. Telat saat tadi ia masuk ke toko pakaian, Sisil menelpon dan akhirnya terjadilah sesi saling curhat di antara mereka."Sumpah tadi gue udah mikir si Dimas itu datang sama Mas Jagat, Sil. Gue udah panik duluan.""Yeee, itu mah lo yang kepedean." Sisil kemudian tertawa setelah mengatakan hal itu yang membuatnya mendengus seketika. Tapi benar juga sih, dia yang sepertinya kepedean. Jagat kan orang sibuk, mana mungkin mengikuti kencan sekretarisnya."Ingat Sekar, kalian itu cuma mantan. Jangan kepedean." Ucap batinnya pada dirinya sendiri."Iya sih, Sil, gue yang kepedean hahaha. Gue yang memang belum move on dari dia, tapi sok jaga jarak pas waktu itu ketemu. Mungk

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 150

    "Saya sudah janjian dengan dia, Pak. Katanya dia mau bawa temannya saat kami ketemuan nanti."Ucap Dimas saat mereka akan melakukan boarding di bandara."Kamu suruh dia bawa teman, Dim?" Jagat sedikit terkejut bahwa ada seorang wanita yang akan membawa temannya untuk first date. Sungguh aneh menurutnya. Atau mungkin Dimas yang menyuruh?"Nggak, Pak. Dia bilang sebelum saya ajak ketemu, dia sudah ada janji dengan temannya itu. Jadi nggak enak kalau tiba-tiba dibatalkan. Salah saya juga karena mengajak dia ketemu mendadak."Jagat meringis, merasa bersalah juga karena sebenarnya ide liburan ke Singapura adalah idenya."Tapi, Pak. Katanya temannya ini teman kerja di perusahaannya, bisa jadi itu Bu Sekar." Ucap Dimas lagiJagat mengangguk-anggukkan kepalanya. Ya, kemungkinan itu memang ada melihat beberapa highlight di media sosial wanita itu, sepertinya memang hanya Sekar yang begitu akrab dengannya."Terima kasih informasinya, Dim." Jagat kemudiaj duduk di kursinya menunggu saat take off

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 26

    “Ayo kita pergi, Dev.” Jagat langsung menyeret paksa Devan untuk segera pergi dari kantin perusahaan sebelum pria itu mengoceh lagi menganggu kenyamanan Sekar dan Sisil. Pria itu sepertinya sudah jengah dengan tingkah temannya. Sepeninggal Jagat dan Devan, kini mejanya kembali hanya diisi olehnya

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 23

    Sekar terkejut, tubuhnya kaku, tak menyangka akan mendapat ciuman tiba-tiba dari Jagat. Ini bukan lagi mimpi seperti sore itu, ia bisa dengan jelas merasakan debar jantung Jagat di telapak tangannya yang berada di dada pria itu.Ia juga bisa mendengar langkah kaki yang tadi seperti akan menghampiri

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 22

    Sekar memasukkan bongkahan es ke dalam ice bag yang tadi dibelikan oleh Jagat, lalu menempelkan ke pipi kanannya yang masih terasa perih. Tamparan Ibunya David begitu keras ternyata, karena jujur saat pertama kali mendapatkannya ia lebih merasa terkejut. Namun beberapa saat setelahnya baru merasaka

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 20

    Tubuh Sekar yang kaget sampai terhuyung dan hampir jatuh tersungkur di tengah keramaian. Namun itu tidak akan membuatnya terlalu malu karena apa yang terjadi sekarang jauh-jauh lebih parah. Dirinya kini menjadi pusat perhatian banyak orang karena apa yang diucapkan oleh wanita di depannya."Harusny

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status