Revan memijit kedua pelipisnya dengan kedua jari seraya menghela nafas panjang, terkadang menghadapi sifat ibunya memang butuh kesabaran extra."Bu, untuk diketahui saat Andhini berada dalam kondisi kritis dan koma di rumah sakit, justru Bella yang telah mengembalikan kesadaran nya, dengan caranya yang profesional, Bella juga yang mengembalikan semangat hidup Andhini, saat semangat hidup adikku itu mulai redup.""Percayalah dia adalah wanita yang baik untukku, dan tolong singkirkan pikiran buruk ibu tentang Bella, apa yang terjadi di masa lalunya hanyalah karena suatu keterpaksaan semata." Revan berkata sembari mengangkat bahu, seakan memberi tanda ingin segera menyudahi pembicaraan yang membosankan ini.Tapi kemudian dia teringat sesuatu mengenai Andhini."Lebih baik ibu lebih memperhatikan kondisi Andhini, dibanding dengan sering berkumpul bersama teman-teman ibu kerjaannya cuma bergosip itu.""Andhini sekarang sedang terpuruk karena ditinggal kekasihnya yang brengsek itu , jangan s
Baca selengkapnya