LOGINPada usia sembilan belas tahun, hidup Arabella hancur berkeping-keping. Setelah perusahaan ayahnya hancur akibat pengkhianatan keluarga tiri, ia hanya tersisa dengan seorang ayah yang sekarat dan membutuhkan operasi jantung darurat. Dalam tindakan putus asa penuh cinta, ia menjual keperawanannya kepada seorang asing untuk membiayai operasi tersebut—malam yang membuatnya menyimpan rahasia yang akan ia bawa seumur hidup. Lima tahun kemudian, Arabella bangkit dari puing-puing menjadi seorang dokter yang brilian dan dedikatif. Namun, masa lalunya dan masa kini bertabrakan ketika ia gagal menyelamatkan seorang wanita muda di ruang gawat darurat—saudari dari seorang CEO miliarder yang kejam. Dikuasai oleh kesedihan dan amarah, CEO itu menyalahkan Arabella, merampas karir dan martabatnya. Saat Arabella berjuang untuk membangun kembali hidupnya, pria yang mencoba menghancurkannya mulai menemukan kebenaran di balik kekuatannya, dan cinta yang tak terduga mulai bersemi. Namun, bayang-bayang masa lalunya mulai mendekat. Pria asing dari hubungan satu malamnya kembali, menuntut anak yang telah ia sembunyikan selama bertahun-tahun. Ketika penculikan mengerikan mengancam segala yang ia sayangi, Arabella harus menavigasi jaring berbahaya cinta, balas dendam, dan keibuan. Bisakah hati yang sembuh Arabella bertahan dari pria-pria yang ingin mengklaimnya?
View MoreBella memasuki private room itu dengan hati resah, walaupun lengannya digandeng erat oleh Revan, tetapi perasaan nya gelisah."Kak Revan.""Kak Bella."Andhini menyambut kedatangan kedua pasang kekasih itu dengan sumringah. Sementara Liana hanya tersenyum tipis saja dengan wajahnya yang kaku serta tidak tampak keceriaan dalam raut mukanya.Bella menguatkan hati, jiwa dan raganya agar dapat bertatap muka dengan sikap santun dengan sang calon mertua."Sudah lama menunggu Bu?""Maaf kalau kami sedikit terlambat."Bella tersenyum manis dan sedikit membungkuk sembari menjulurkan lengannya hendak bersalaman dengan wanita yang telah melahirkan kekasihnya itu."Tidak juga, kami di sini sedang bersantai saja kok dari tadi," jawab Liana , wanita paruh baya itu tersenyum lebar saat melihat sang putra tercinta."Revan, ayo pesan makanan dulu ini hari sudah siang, Ibu masih ada acara dengan teman-teman.""Memangnya ibu mau ke mana sih santai saja dulu, kita kan masih belum juga mengobrol."Bella d
Bella dan Revan, keduanya saling bergenggaman tangan erat dalam pelukan. Revan berpikir ingin segera menikahi ArrabellaLalu Bella, merasakan kebahagiaan membayangkan bersanding dengan Revan di pelaminan.Sejurus kemudian Revan menjauhkan badannya dan menatap lekat sang kekasih sembari mengecup jemari lentiknya.Mendadak terlintas sebuah pikiran yang mengganggu di benak Bella hingga wajahnya mengernyit."Ada apa kok kamu jadi tiba-tiba muram sih apa kamu nggak bahagia dengan lamaran Aku."Revan bertanya sembari membelai pipi halus nan putih."Bukan begitu Hubby.""Aku masih khawatir apa ibumu akan menyetujui hubungan kita ini?"tanya Bella masih merasa was-was di dalam hatinya."Kamu nggak usah cemas menghadapi sikap ibuku dia memang seperti itu kelihatannya saja cuek tetapi dia orangnya baik kok, tenang saja aku akan meyakinkan Ibu agar dapat merestui hubungan kita dan terutama menyukaimu tentu saja."Hati Bella masih terasa gamang ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya."Ada apa
Bella membiarkan Revan dan Arya mengobrol, sementara dia menyiapkan minum dan menghangatkan masakan yaitu beef steak dan sop, serta makanan lainnya untuk makan malam mereka, wanita itu berencana untuk mengajak kekasihnya makan malam bersama.Dan sekarang di meja makan telah berkumpul Bella dan Kenzo duduk berdekatan, lantas di depannya ada Arya dan Revan duduk berdampingan." Jadi bagaimana bisa secepat itu nak Revan menemukan Kenzo?"Arya membuka percakapan saat mereka tengah bersantap hidangan yang dimasak oleh Bella."Hmm...ah itu hanya tinggal mencari informasi tentang Arvel ke seluruh jaringan koneksi yang saya miliki, karena dugaan terkuat Bella bahwa yang menjemput Ken di sekolah adalah Arvel, dan ternyata itu memang benar," jawab Revan sembari menatap mesra Bella.Lantas Revan mulai menceritakan semua perihal yang dialami nya siang tadi, dan menutup pembicaraannya dengan niat serius nya yang ingin menikahi Bella."Aku sangat bersyukur dengan niat baik dari kamu, tentu aku meny
Revan yang sudah tidak sabar ingin segera membawa kembali Kenzo ke pelukan Bella, akhirnya sudah sampai di area wilayah villa Arvel. Revan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga, dia memerlukan waktu singkat untuk dapat menemukan tempat yang ditunjukkan oleh Aldo.Revan cukup pintar untuk tidak langsung menerobos masuk ke pintu utama melainkan melakukan pengintaian dulu dan akhirnya dia bisa menemukan lokasi yang dikiranya adalah tempat untuk bersembunyi bagi Arvel.Dan benar saja saat Revan sampai di lokasi, itu bertepatan dengan keluarnya Arvel sambil menggendong Kenzo."Wah rupanya ada yang berani menyentuh anakku,"ujar Revan dengan kilatan cahaya tajam dari netranya.Arvel masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya, sosok Revan sedang menyeringai dingin, matanya menatap tajam dan kedua tangannya yang terkepal erat menahan emosi."Kamu siapa berani datang ke sini!""Om Revann..!"Kenzo yang melihat kedatangan Revan langsung berusaha meronta dari rangkulan Arvel dan i






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews