LOGINPada usia sembilan belas tahun, hidup Arabella hancur berkeping-keping. Setelah perusahaan ayahnya hancur akibat pengkhianatan keluarga tiri, ia hanya tersisa dengan seorang ayah yang sekarat dan membutuhkan operasi jantung darurat. Dalam tindakan putus asa penuh cinta, ia menjual keperawanannya kepada seorang asing untuk membiayai operasi tersebut—malam yang membuatnya menyimpan rahasia yang akan ia bawa seumur hidup. Lima tahun kemudian, Arabella bangkit dari puing-puing menjadi seorang dokter yang brilian dan dedikatif. Namun, masa lalunya dan masa kini bertabrakan ketika ia gagal menyelamatkan seorang wanita muda di ruang gawat darurat—saudari dari seorang CEO miliarder yang kejam. Dikuasai oleh kesedihan dan amarah, CEO itu menyalahkan Arabella, merampas karir dan martabatnya. Saat Arabella berjuang untuk membangun kembali hidupnya, pria yang mencoba menghancurkannya mulai menemukan kebenaran di balik kekuatannya, dan cinta yang tak terduga mulai bersemi. Namun, bayang-bayang masa lalunya mulai mendekat. Pria asing dari hubungan satu malamnya kembali, menuntut anak yang telah ia sembunyikan selama bertahun-tahun. Ketika penculikan mengerikan mengancam segala yang ia sayangi, Arabella harus menavigasi jaring berbahaya cinta, balas dendam, dan keibuan. Bisakah hati yang sembuh Arabella bertahan dari pria-pria yang ingin mengklaimnya?
View MoreBella membiarkan Revan dan Arya mengobrol, sementara dia menyiapkan minum dan menghangatkan masakan yaitu beef steak dan sop, serta makanan lainnya untuk makan malam mereka, wanita itu berencana untuk mengajak kekasihnya makan malam bersama.Dan sekarang di meja makan telah berkumpul Bella dan Kenzo duduk berdekatan, lantas di depannya ada Arya dan Revan duduk berdampingan." Jadi bagaimana bisa secepat itu nak Revan menemukan Kenzo?"Arya membuka percakapan saat mereka tengah bersantap hidangan yang dimasak oleh Bella."Hmm...ah itu hanya tinggal mencari informasi tentang Arvel ke seluruh jaringan koneksi yang saya miliki, karena dugaan terkuat Bella bahwa yang menjemput Ken di sekolah adalah Arvel, dan ternyata itu memang benar," jawab Revan sembari menatap mesra Bella.Lantas Revan mulai menceritakan semua perihal yang dialami nya siang tadi, dan menutup pembicaraannya dengan niat serius nya yang ingin menikahi Bella."Aku sangat bersyukur dengan niat baik dari kamu, tentu aku meny
Revan yang sudah tidak sabar ingin segera membawa kembali Kenzo ke pelukan Bella, akhirnya sudah sampai di area wilayah villa Arvel. Revan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga, dia memerlukan waktu singkat untuk dapat menemukan tempat yang ditunjukkan oleh Aldo.Revan cukup pintar untuk tidak langsung menerobos masuk ke pintu utama melainkan melakukan pengintaian dulu dan akhirnya dia bisa menemukan lokasi yang dikiranya adalah tempat untuk bersembunyi bagi Arvel.Dan benar saja saat Revan sampai di lokasi, itu bertepatan dengan keluarnya Arvel sambil menggendong Kenzo."Wah rupanya ada yang berani menyentuh anakku,"ujar Revan dengan kilatan cahaya tajam dari netranya.Arvel masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya, sosok Revan sedang menyeringai dingin, matanya menatap tajam dan kedua tangannya yang terkepal erat menahan emosi."Kamu siapa berani datang ke sini!""Om Revann..!"Kenzo yang melihat kedatangan Revan langsung berusaha meronta dari rangkulan Arvel dan i
Bella sesudah dari sekolah Kenzo, dia langsung pulang ke rumahnya dan mengemudi seorang diri sembari dalam perjalanan hatinya risau tak karuan."Kenzo Di manakah kamu nak apa kamu baik-baik saja itu takut terjadi sesuatu padamu."Suara Bella serak, disertai isak tangis keluar begitu saja dari bibir Bella."Kenzo, bagaimana kalau sampai terjadi hal yang buruk menimpa dirimu Ibu tak bisa memaafkan dirimu sendiri, ya Tuhan tolonglah jaga anakku jangan sampai dia celaka.""Siapakah yang sudah membawamu pergi dari sekolahan tadi, apakah ia Arvel ..? ""Atau ada orang jahat lainnya yang ingin memanfaatkan kesempatan atau siapa arrrgh.. aku benar-benar bingung."Bella memukul pelan kemudi setir sambil terus bicara sendiri dengan wajah panik dan cemas, sepanjang perjalanan sampai dia tiba di halaman rumahnya.Wanita cantik itu langsung turun dari dalam mobil dan nyaris melompat saking gugupnya dia cepat membawa kakinya berjalan ke dalam rumah.Setiba di halaman rumah, ponselnya berdering Bell
Di sebuah kamar tidur yang luas dan megah tetapi di sekelilingnya telah didesain sedemikian rupa dengan interior untuk anak kecil. Kamar itu dipenuhi oleh mainan dari mulai robot dan mobil hingga segala macam lainnya, belum lagi dinding yang terdapat beberapa stiker tempelan karakter tokoh kartun yang ada di film anak-anak.Lalu di ranjang yang besar ditengah kamar terlihat sedang terbaring seorang bocah lelaki yang masih tertidur pulas dia tak lain adalah Kenzo.Rupanya Arvel telah membawa putra kecilnya ke suatu tempat yaitu villa mewah yang ada di pinggiran kota yang bernuansa alam dan udara yang terasa sejuk.Pintu kamar yang terbuat dari kayu berkualitas tinggi itu kemudian terbuka dan masuklah Arvel yang ingin melihat kondisi Kenzo."Hmm.. rupanya anakku belum bangun."Arvel mengamati Kenzo sesaat sambil berdiri di tepian kasur."Mungkin sebentar lagi juga dia akan membuka matanya."Lalu Arvel ikut membaringkan tubuhnya di sebelah sang bocah dan membelai rambut halus Kenzo, usa
Bella yang terhanyut suasana seakan tidak menyadari kalau jemarinya sedang digenggam bahkan dikecup mesra oleh sang CEO kaya, tapi kemudian perempuan cantik itu tersentak dan mengernyit."Tolong lepaskan tanganku.""Kenapa?""Kamu nggak bilang ijin dulu buat nyentuh aku." Bella mencibir kesal karen
Bella merasa tubuhnya membeku dan udara terasa sangat tipis disekitarnya, bagaimana tidak didepan sana tak jauh dari tempatnya berdiri, dia sedang melihat sosok pria one night standnya. Pria itu pernah menghabiskan malam panas bersama di kamar hotel.Arvel sedang bicara dengan Kenzo yang merupakan
Tanpa disadari oleh Bella ataupun Revan, sosok pria berparas tampan dengan netra yang tajam dan manik hitam legam mengawasi mereka masuk ke dalam toko. Lelaki itu tak lain adalah Arvel.Netra Arvel tampak tak berkedip memandang Bella dan Kenzo, hingga hilang dari pandangannya."Bocah lelaki kecil i
Revan tersenyum lebar mendengar jawaban Bella."Aku senang sekali mendengarnya, kalau begitu boleh aku meminta nomor ponselmu, karena nanti aku akan jemput kamu."Namun, Bella cepat menggelengkan kepala pertanda menolak."Aku bisa datang sendiri ke tempat yang akan kau pilih nanti, tidak perlu repo












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews