Jangan Sentuh Anakku CEO!

Jangan Sentuh Anakku CEO!

last updateآخر تحديث : 2026-01-29
بواسطة:  deasy_zenتم تحديثه الآن
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
لا يكفي التصنيفات
9فصول
9وجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

Pada usia sembilan belas tahun, hidup Arabella hancur berkeping-keping. Setelah perusahaan ayahnya hancur akibat pengkhianatan keluarga tiri, ia hanya tersisa dengan seorang ayah yang sekarat dan membutuhkan operasi jantung darurat. Dalam tindakan putus asa penuh cinta, ia menjual keperawanannya kepada seorang asing untuk membiayai operasi tersebut—malam yang membuatnya menyimpan rahasia yang akan ia bawa seumur hidup. Lima tahun kemudian, Arabella bangkit dari puing-puing menjadi seorang dokter yang brilian dan dedikatif. Namun, masa lalunya dan masa kini bertabrakan ketika ia gagal menyelamatkan seorang wanita muda di ruang gawat darurat—saudari dari seorang CEO miliarder yang kejam. Dikuasai oleh kesedihan dan amarah, CEO itu menyalahkan Arabella, merampas karir dan martabatnya. Saat Arabella berjuang untuk membangun kembali hidupnya, pria yang mencoba menghancurkannya mulai menemukan kebenaran di balik kekuatannya, dan cinta yang tak terduga mulai bersemi. Namun, bayang-bayang masa lalunya mulai mendekat. Pria asing dari hubungan satu malamnya kembali, menuntut anak yang telah ia sembunyikan selama bertahun-tahun. Ketika penculikan mengerikan mengancam segala yang ia sayangi, Arabella harus menavigasi jaring berbahaya cinta, balas dendam, dan keibuan. Bisakah hati yang sembuh Arabella bertahan dari pria-pria yang ingin mengklaimnya?

عرض المزيد

الفصل الأول

1

Dalam sebuah kamar hotel yang bersuhu ruangan cukup sejuk bahkan nyaris dingin sebenarnya cukup membuat badan menggigil tetapi mungkin bagi kedua insan pria dan wanita yang sedang berbaring di ranjang, berbagi peluh dan saling mengerang itu, hawa di kamar terasa panas.

Namun, lebih tepatnya sang pria yang mendominasi permainan cinta, sedang si wanita hanya lebih banyak diam terbaring pasrah. Kegiatan panas itu berlangsung sepanjang malam, membuat sang wanita tertidur kelelahan.

Pagi datang dan sinar mentari menyusup masuk lewat celah-celah jendela, Bella membuka matanya perlahan. Wanita itu melirik ke sisi ranjang yang kosong dan dingin. pria yang telah tidur dengannya semalam tak ada lagi disitu.

Bella berusaha bangun dan mengernyit sembari menggigit bibir bawahnya, sulit rasanya untuk berjalan, sejenak dia menghentikan langkahnya dan menatap nanar ke sekeliling kamar lantas Bella terhenyak mendapati bercak merah di seprai putih yang terlihat begitu kontras.

Perempuan cantik yang memiliki rambut panjang hitam sebahu dengan tampilan yang tak karuan itu bernama Arrabella Indriani berusia 19 tahun.

"Sialan lelaki itu, akkh..kalau bukan karena harus membayar biaya rumah sakit yang begitu tinggi untuk pengobatan ayah, takkan kuambil jalan seperti ini, menjual keperawanan ku pada pria asing," tutur Arabella pilu. Setetes air mata jatuh di pelupuk netra yang tampak lelah.

Dengan langkah terseok menahan sakit dia melangkah menuju kamar mandi, ingin segera mengguyur seluruh tubuh yang terasa

"Maafkan aku ayah, ini semua kulakukan karena ingin ayah sehat kembali."

Arrabella sudah hampir satu jam lamanya membasuh diri, mengguyur sekujur tubuh dengan shower, berendam air, berulang kali menuangkan sabun pada raga sintalnya yang dipenuhi jejak kepemilikan. Warna merah bekas tanda pria itu di sekujur tubuhnya tampak nyata,.

Akhirnya Arabella memutuskan keluar dari kamar mandi dan menyudahi mandinya.

"Setelah mandi sekarang rasanya tubuhku sudah jauh lebih segar," gumamnya, lantas Bella duduk di tepian ranjang tempat semalam dia dan pria one night stand nya berhubungan intim. Dia mengamati sehelai kertas diatas kasur.

Jemari lentik Arabella agak gemetar saat memegangi cek yang tergeletak di kasur.

"Sepuluh milyar, kenapa dia membayar sebanyak ini dari syarat yang ku minta tadinya adalah lima milyar," desisnya dengan bibir bergetar.

Kemudian Bella melihat ada kertas yang berisi tulisan tangan didekat cek tadi tersimpan, sembari mengernyit heran diraihnya kertas itu lalu dibacanya.

"Aku memberi tambahan uang untukmu, ternyata kamu memang perawan."

Tulisan di kertas membuat hati Bella hancur dan seiring harga dirinya yang runtuh. Jemari Bella meremas kuat kertas itu dan melemparnya ke lantai.

"Ini semua sudah menjadi keputusanku," ucap Arrabella terisak pilu, walaupun berusaha tegar tapi tak urung akhirnya gadis cantik itu menangis juga.

"Setelah sejauh ini aku tak bisa mundur lagi, sekarang lebih baik cepat kerumah sakit untuk membayar biaya operasi ayah."

"Selain biaya operasi yang begitu tinggi masih ada juga sisa cicilan hutang yang harus dibayar, biaya harian perawatan ayah sudah mahal apalagi ditambah dengan biaya operasi nya nanti," bisik Bella pelan, lalu dia lekas berganti baju.

***

Arrabella membawa langkah kakinya ke lorong rumah sakit yang cukup ramai dan terus berjalan ke ruangan rawat khusus ICU tempat ayahnya tergolek lemah serta sekujur tubuh yang tua itu dipasangi berbagai peralatan medis penunjang hidup.

"Ayah, ini Bella datang untuk segera membayar uang operasi pencangkokan jantung," ucapnya sendu. Bella tahu bahwa pria itu tak bisa mendengar apa yang diucapkan olehnya apalagi menjawabnya.

Setelah merasa cukup melihat kondisi sang ayah, lantas Bella berjalan menuju ruangan administrasi.

"Selamat siang Bu, saya anaknya Pak Arya Atmajaya mau membayar biaya operasi ayah saya, jadi berapa total semuanya?"tanya Bella datar.

"Iya, sebentar bu, saya proses dulu ya," timpal petugas rumah sakit dan tak lama kemudian transaksi pembayaran pun selesai.

Setelah dipastikan semuanya selesai lalu Arrabella hanya tinggal menunggu proses jadwal operasi transplantasi jantung yang akan dilakukan beberapa hari kemudian dengan hati cemas.

"Lebih baik aku keluar dulu sebentar untuk mencari makan siang dan terus pergi ke kampus."

"Uang yang kudapat bisa untuk membayar kuliahku yang sempat terhenti karena ayah sudah tak mampu lagi membiayai," gumamnya lirih

Arrabella gadis cantik memiliki tubuh tinggi semampai, kulit putih halus serta rambut hitam panjang berkilau agak bergelombang, dan baru saja memulai kuliahnya di fakultas kedokteran.

Gadis cantik itu berjalan dengan wajah tertunduk dan langkah yang pelan menyusuri koridor rumah sakit, mendadak langkahnya terhenti karena melihat sosok pemuda bertubuh tegap yang sedang berjalan didepannya.

"Well, siapakah disini, ternyata adikku yang cantik, see darling kita bertemu lagi," tutur Ares yang ternyata adalah kakak tirinya.

"Ka-kau Ares, beraninya kau muncul di sini setelah apa yang kamu dan ibumu lakukan pada kami!" tutur Arrabella geram.

"Hei calm down baby, tenang saja Bella, aku hanya ingin menjenguk ayahmu, bagaimana keadaannya sekarang?" Ares menjawab sembari tersenyum miring dan hendak menyentuh bahu adik tirinya dengan cara tak sopan.

"Jangan sentuh aku, kalian sudah menipu kami selama ini, akibat ulah kalian kondisi ayah menjadi drop hingga akhirnya sakit jantung karena kelakuan ibumu yang telah merebut perusahaan ayah serta meninggalkan hutang yang begitu banyak."

Arrabela berteriak lantang sembari melangkah mundur.

Netra Ares berkilat tajam saat menerima penolakan dari gadis itu kedua lengannya terkepal erat.

"Lihat saja nanti Bella, aku pasti akan bisa mendapatkanmu, my little girl" tandas Ares sembari mengirimkan ciuman jauh dengan jarinya, lantas pemuda itu membalikkan badannya dan bergegas pergi dari situ.

Arrabela terdiam dan terpaku ditempatnya, nafasnya terasa sesak, pandangannya sejenak menerawang jauh, gadis elok itu lantas menarik dan menghembus nafas panjang teringat kisah hidupnya yang begitu tragis.

Dilahirkan sebagai putri dari seorang yang pengusaha sukses, kemudian saat gadis cantik itu menginjak usia 17 tahun, ibunya meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas.

Ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita cantik bernama Selina yang yang tak lain adalah ibunya Ares.

Suatu hari perusahaan ayahnya bangkrut karena ditipu oleh ibu tirinya beserta dengan Ares juga hingga semua hartanya ludes,rumah peninggalan pun disita karena tak bisa membayar hutang.

Begitulah kisah kenapa Arrabella terdampar di sebuah kamar bersama seorang pria yang membeli keperawanannya.

Sementara di sisi lain dalam suatu ruangan kerja tampak berdiri sosok pria bertubuh tinggi dan tampan sedang menyibak rambutnya pelan, pria itu sedang termenung didepan jendela yang menghadap pada pemandangan jendela dari atas ketinggian gedung.

"Kenapa aku masih memikirkan gadis tadi malam, memang nya apa yang berbeda darinya?" Arvel membatin.

Pria ini adalah Arvel Hartanto, CEO perusahaan Hartanto grup yang sukses.

Arvel melayangkan pandangan, menerawang sesaat lalu tiba-tiba dia memijit pelipisnya.

"Sial, semalam waktu melakukannya dengan wanita itu, aku lupa memakai pengalaman, wanita itu sungguh membuatku lupa diri, aku tak dapat berhenti untuk menyentuhnya."

"Bagaimana kalau dia sampai hamil," gumam Arvel dengan sedikit rasa khawatir.

Kemudian Arvel mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.

"Reno, coba kau selidiki gadis yang semalam bersama denganku."

Arvel menutup panggilan lantas menghela panjang.

"Wanita itu, sungguh berbeda, kenapa aku terus mengingatnya."

توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
9 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status