"Aria!"Panggilan Rexan tanpa sadar membuat Aria tersentak kaget. Aria menoleh, ekspresi wajahnya terlihat gugup saat menjawab, "Y-ya, Kak?""Kenapa ngelamun?" Rexan membenarkan kacamatanya yang agak sedikit melorot. "Lagi mikirin apa, hm?"Aria terdiam, dia enggan mengatakan apa yang sedang dia pikirkan sekarang pada Rexan."Brownies-nya nggak enak, ya?"Sebelum pulang, selain mampir membeli beberapa box susu, Rexan juga mampir ke toko roti untuk membeli brownies agar Aria bisa langsung memakannya ketika dia sampai rumah.Mereka memang langsung memakannya, duduk berdua, dan menikmati brownies cokelat yang terasa sangat manis di lidah bersama-sama. Namun, Aria tiba-tiba saja merenung dan mematung yang membuat Rexan menegurnya.Aria menggelengkan kepalanya. "Enak, kok, Kak! Enak banget malahan!" sangkalnya."Kalau gitu, kenapa kamu ngelamun?" Rexan berhenti makan dan menatap Aria penuh minat. "Apakah terjadi masalah di kampus tadi?"Rexan memang tidak terlalu menyukai makanan manis dan
Baca selengkapnya