LOGIN"Kak, jangan kayak gini, ini sakit!" "Pelan-pelan, Aria, nanti bakal enak, kok, tahan dikit, ya!" *** Aku sedih mengetahui ibuku menikah lagi, tapi itu membuatku memiliki empat kakak tiri yang seksi. Awalnya aku takut dengan mereka, karena mereka terlihat membenciku. Lalu entah kenapa, mereka yang awalnya dingin dan nyaris tidak peduli perlahan menjadi kakak yang posesif tingkat tinggi? Mereka jadi siap melindungiku kapanpun dan di manapun aku, mereka siap menjadi malaikatku!
View MoreKak Alva : Selamat siang, Aria!Aria : Selamat siang, Kak Al!Kak Alva : Apa kamu sudah memutuskannya?Aria : Memutuskan apa, Kak?Kak Alva : Bukannya kamu mau beli apartemen? Apa kamu sudah memutuskan mau beli apartemen di mana?Aria sontak meringis pelan ketika membaca pesan masuk dari kakaknya. Dia memang ingin membeli unit apartemen, tapi dia ingin membelinya menggunakan uang tabungannya sendiri, bukannya dibelikan oleh kakak pertamanya ini.Walaupun Aria tahu, harga sebuah unit apartemen bisa mencapai milyaran rupiah, tapi dengan uang saku sebulan seratus juta, ditambah nanti kalau dia sudah bekerja ... Aria rasa semua itu tidak akan mustahil untuk jadi realita.Aria : Aku akan membelinya sendiri dengan uangku, Kak. Aku akan menabung setiap hari hingga bisa membelinya.Tidak ada jawaban cepat yang datang. Aria pun menghela napasnya lega. "Apa sifat orang kaya memang seperti ini, ya?"Alicia yang juga berada di ruangan itu menoleh ke Aria. "Kenapa, Aria?"Aria menggeleng pelan. "T
"Kak!""Hm?""Aku rasa, ada yang salah dengan isi kepala Kak Al."Ucapan itu berhasil Rexan tersedak dan langsung menatap Aria horor. "Kamu bertemu Alva?"Aria mengangguk dengan wajah bingung yang terlihat lucu. "Kapan dan di mana kamu bertemu dengannya?" Rexan terlihat kaget sekaligus panik sekarang."Tadi pagi, Kak, di rumah. Kak Al pulang dan dia berencana untuk tinggal sementara waktu, Kak," jelas Aria.Rexan mengernyitkan dahi. Seorang Alva Nagara Putra yang mandiri dan sangat peduli dengan harga diri mana mungkin mau tinggal di rumah orang tuanya begini?!"Apa orang itu benar-benar Alva?" Rexan mengernyitkan dahinya curiga. Dia tidak yakin, pria ditemui Aria adalah kakaknya. "Alva yang aku kenal tidak akan mau tinggal di rumah orang tuanya apa pun yang terjadi."Aria mengerjapkan kedua matanya dengan wajah polos yang begitu menggemaskan. "Dia benar-benar Kak Al, kok.""Ohh, ya? Dari mana kamu tahu kalau dia adalah Alva?""Wajahnya mirip kalian, selain itu Kak Killian juga terli
Aria terkejut melihat sosok pria dewasa memakai kemeja dan celana rapi sedang duduk di kursi meja makan. Bukan karena kehadirannya yang tiba-tiba, tapi karena dia berani duduk di kursi milik kepala keluarga.'Apa dia Kak Al?'Aria memperhatikan wajah tampan itu dengan teliti. Pria itu memang terlihat mirip dengan kakak tirinya yang lain. Tentu saja dalam versi yang lebih dewasa dari dua kakak kembarnya.Apakah pria tampan itu benar-benar kakak pertamanya?"Selamat pagi, Kak Al!" Aria memutuskan untuk menyapa, karena rasa penasaran pada pria yang duduk si seberang meja.Pria yang sejak tadi hanya memejamkan matanya dengan ekspresi wajah datar itu akhirnya mau membuka matanya. Dia menoleh ke arah Aria dan saat itu dia terkejut melihat rupa adik tirinya."Kamu ...." Alva Nagara Putra menelan kembali kalimatnya.Sedangkan Aria memiringkan kepalanya, kedua matanya mengerjap, menunjukkan kebingungan yang nyata. "Aku kenapa, Kak?"Alva menggeleng. "Lupakan. Di mana Killian?"Aria menoleh ke
Aria masih terdiam. Dia tampak merenungi kelakuannya yang telah menghabiskan dua puluh juta dalam hitungan menit saja. Walaupun laptop memang menjadi salah satu barang yang dia perlukan untuk kuliah, tapi harusnya dia tidak perlu membeli laptop yang mahal itu, kan?Aria menghembuskan napasnya berat. Setelah keluarganya bangkrut beberapa tahun lalu, Aria memang tidak pernah lagi menghabiskan uang sebanyak itu.Bahkan, dia tidak pernah memiliki uang sebanyak itu lagi dalam beberapa tahun terakhir, hingga Aria lupa ... kalau dulu dia pernah menjadi anak orang kaya juga."Kenapa?" Killian tampak geli melihat ekspresi Aria sejak tadi. "Jangan bilang, lo masih nggak ikhlas ngeluarin uang buat beli laptop itu, ya?"Aria mengulum senyum getir. Dia ingin menganggukkan kepala, tapi dia takut menyinggung perasaan kakaknya. Apalagi Aria sekarang telah menjadi bagian dari keluarga Putra, hanya dua puluh juta bagi keluarga ini jelas bukan nominal seberapa."Kalau lo masih nggak ikhlas, gue bisa gan






![MISSION COMPLETED [INDONESIA]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)





Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews