Atlas masih menatap layar ponselnya yang gelap. Napasnya terdengar seperti geraman tertahan di dalam van yang pengap. Tangannya bergetar hebat, bukan karena takut, tapi karena amarah yang begitu murni hingga terasa seperti listrik yang membakar sarafnya. Seroja. Gadis itu baru saja direnggut darinya, dan dunia seolah berhenti berputar hanya untuk menertawakan kegagalannya."Atlas," panggil Alana lirih. Ia mencoba menyentuh lengan Atlas, tapi pria itu menyentak tangannya menjauh."Jangan sentuh aku," desis Atlas. Suaranya serak, pecah oleh emosi yang meluap. "Mereka mengambilnya, Alana. Mereka membawa adikku kembali ke dalam tabung-tabung sialan itu.""Kita akan menjemputnya," Han Seo-jun menyahut dari kursi depan, matanya fokus pada jalanan Seoul yang licin. "Tapi tidak sekarang. Jika kau menyerbu markas Seo sendirian, kau hanya akan memberikan mereka dua subjek Phoenix tambahan. Kita butuh tentara, Atlas.""Tentara siapa?" Atlas tertawa pahit. "Uangku di
Last Updated : 2026-02-10 Read more