BAB 28: PIZZA, LILI PUTIH, DAN DINDING YANG RUNTUHLobi galeri yang biasanya dingin dan steril itu mendadak berubah suasananya. Aroma pizza yang gurih dan wangi lili putih yang manis bertabrakan di udara, menciptakan harmoni yang aneh namun entah bagaimana terasa... nyaman.Elena masih berdiri terpaku di depan meja resepsionis. Matanya menatap kotak pizza, lalu beralih ke bunga-bunga itu, dan terakhir mendarat pada wajah Gerald. Pria itu tampak santai, namun ada binar antisipasi di matanya. Sementara Rafael, si kecil yang menjadi pusat gravitasi mereka, sudah sibuk mencoba membuka kotak pizza dengan tangan mungilnya yang bersemangat."Ma, ayo makan! Rafael sudah lapar banget. Tadi di mobil perut Rafael bunyi keroncongan," rengek Rafael sambil mendongak, matanya yang bulat menatap Elena dengan penuh permohonan.Elena menghela napas panjang. Ia melirik asisten galerinya, Sarah, yang sedang berusaha menahan senyum di balik meja kerja di sudut lobi. Elena tahu, besok pagi seluruh staf ga
Last Updated : 2026-04-10 Read more