“Kau takut kacaku roboh...” tuduh Huggo di sela hela napasnya yang ikut terputus-putus.“Bukan ... aku hanya merasa lebih nyaman di sana.”“Aku tidak percaya ...”“Sungguh!”“Berarti kau tidak mempercayaiku!” ujar Huggo lagi.Thea pun mengernyit. Ini mau bercinta atau berdebat sih?“Tentu saja aku mempercayaimu. Kamu boss-ku.”“Jangan menyebut boss di sini. Di rumah, aku hanya Huggo,” ujarnya lagi dengan nada sedikit melembut.Lalu pria itu memulai pagutan lembut pada bibir Thea.Dan tiba-tiba saja dia mengangkat tubuh Thea tanpa melepas tautan mereka, lalu membawanya ke ranjang.Begitu membaringkan Thea di atas tempat tidur, Huggo mematikan lampu kamar lalu langsung memompa lagi.Penerangan kamar kini berasal dari lampu teras yang masuk lewat dinding kaca bening.Di kejauhan, di balik teropong, Shania mendesah kecewa karena tontonannya berakhir saat lampu kamar dipadamkan Huggo.“Yaaaah ... live berakhir!” serunya kecewa.Di sisinya, Candice langsung melirik ponselnya, lalu berseru,
Última atualização : 2026-02-11 Ler mais