LOGIN- Adult comedy romance - . Thea Kozlov hanya bercanda ketika merekam video syur-nya untuk diberikan pada suami di atas kertasnya. . Yang tak dia duga, semesta ternyata meladeni candaannya sehingga video itu malah terkirim ke Pak Boss-nya yang adalah duda kesepian. . Bisa bayangkan Pak Boss yang selama ini menduda tiba-tiba mendapatkan secangkir air di padang gurun tandusnya? . Lalu bagaimana dengan suami di atas kertasnya serta mertua Thea yang bukan orang sembarangan? Tidak mungkin mereka rela jika Thea malah menjalin affair dengan duda? .
View More“Aku sudah tak tahan lagi ...” gumam Thea lirih, lebih pada dirinya sendiri.
Malam ini tepat tiga bulan pernikahannya dengan Hudson tapi belum sekalipun Hudson menyentuhnya.
Sedangkan tadi saat makan malam bersama ayah Hudson, Thea mendengar dengan jelas sang ayah mertua menanyai Hudson, “Apakah istrimu sudah hamil?”
Lalu Hudson menjawab, “Belum.”
“Sudah tiga bulan, Hudson. Kau tidak sedang menahan benihmu, kan?”
“Aduuh, sabarlah, Dad, ini baru tiga bulan. Jangan seperti ibu-ibu kalau ketemu menantu yang ditanyakan hanya 'sudah hamil?'”
Dengan itu ayahnya pun tak lagi bertanya.
Tapi Thea cukup terkejut mendengar Hudson bisa menjawab sesantai itu, padahal kenyataannya Hudson sendiri belum pernah dan sepertinya tidak berniat menyentuhnya.
Alasan Hudson selalu, “Kita menikah bukan karena cinta. Jadi tidak perlu ada hubungan badan.”
Sejatinya, Thea senang-senang saja, meski dia tetap melancarkan godaan-godaan kecilnya. Tapi lama kelamaan dia jadi penasaran.
Kenapa Hudson tak pernah tergoda? Sedangkan setahunya dirinya ini cukup seksi. Kece? Sudah pasti!
Tapi kegigihan Hudson yang tak pernah tergoda membuat Thea semakin merasa harga dirinya terkikis.
Malam ini, dia hendak membuktikan rasa penasarannya.
Thea sudah siap dalam balutan lingerie dua pieces berwarna merah tua yang tipis dan menerawang.
Bagian atas berupa bra dengan tali tipis bersimpul kecil, yang di bagian penutup dadanya menerawang total.
Sedangkan panties-nya berupa segitiga tipis di depan dan nyaris tidak menutupi dua bongkahan bulat di belakangnya.
Dengan penampilan seperti ini, Hudson harusnya tidak akan menolaknya lagi, kan? Apalagi Thea berusia 25 tahun! Tubuhnya masih kencang dan berisi!
Jika masih menolaknya, maka fix ... Hudson tidak waras!
Mumpung Hudson sedang mandi di kamarnya sendiri, maka Thea pun menuju kamar mandi nya sendiri karena mereka tidur di kamar yang berbeda.
Dia mengunci pintu, lalu meletakkan ponselnya agar bisa mengarah ke tempat shower.
Setelah itu, Thea menyalakan shower, lalu menuju ponsel dan menekan tombol ‘On’.
Thea langsung beraksi seperti pemain film biru yang sudah profesional.
Dia membiarkan tubuhnya terguyur air shower sehingga rambut panjangnya basah, wajahnya pun basah, dan terlebih lagi tubuhnya basah.
Lingerie nya merekat lepek di tubuhnya sehingga aset kembarnya semakin terlihat menggiurkan.
Awalnya Thea masih terlihat amatir. Namun makin lama dia semakin terbawa suasana sehingga raut wajahnya menjadi semakin berani, bak aktris kawakan dalam film dewasa.
Adegan pun ditutupnya dengan kepala Thea bersandar di dinding kamar mandi, kedua matanya sayu, menatap ke arah kamera ponselnya.
Thea gegas menuju ponsel dan mematikan rekaman.
Setelah mengeringkan dirinya, Thea mulai menggulir ponselnya lagi untuk mengirim video tadi kepada Hudson.
Air masih menetes dari rambut saat dia menggulir ponsel. Lalu ... Sent!
Setelah itu, Thea meletakkan ponselnya di wastafel kamar mandi.
Dia sangat ingin melihat bagaimana reaksi Hudson malam ini ketika melihat videonya yang sangatlah panas ini.
Jika Hudson akhirnya tergoda, Thea siap.
Sebagai wanita dewasa, dia juga penasaran apa rasanya menikah yang sesungguhnya.
Senyum sudah menghiasi wajah Thea dan dia sudah tak sabar menanti hasilnya.
Tanpa Thea sadari, tetesan air telah mengaburkan sehingga video tadi pun masuk ke room chat yang salah.
Harusnya dia mengirim ke Hudson, tapi nama yang di kliknya adalah nama ... Huggo – Si Boss Hipertensi.
***
Di sebuah restoran paling elit di kota mereka, Huggo Caffaro sedang berbincang hangat dengan keluarga besarnya ketika ponsel di sampingnya berkedip kecil.
Beberapa saat lamanya Huggo mengabaikan kerlipan ponsel itu karena dia sedang berada dalam perjamuan makan bersama salah satu anggota kerabat yang baru menikah.
Tapi Huggo sempat membaca nama pengirim pesan: Thea.
'Thea? Ngapain dia mengirim pesan?' pikirnya heran.
Thea adalah sekretarisnya sejak lima bulan lalu.
Sebelum menjadi sekretarisnya, Thea sempat menggeluti dunia modeling, namun nama Thea rusak saat dia terlibat hubungan dekat dan mesra dengan seorang wanita.
Seketika kariernya merosot jatuh karena dianggap seorang pecinta sesama jenis.
Setelah gagal sebagai model, Thea melamar menjadi sekretarisnya.
Huggo menerimanya karena merasa sebagai seorang lesbi, Thea akan mendedikasikan dirinya pada pekerjaan tanpa sedikit pun niat untuk mendekatinya secara personal, seperti yang dilakukan mantan sekretaris-sekretarisnya yang dulu.
Kini pikiran Huggo jadi terpecah melihat pesan masuk dari Thea di malam hari seperti ini.
Dia tidak sedang menunggu kiriman file dari Thea. Tapi kenapa Thea mengirim pesan plus sebuah file?
“Bagaimana denganmu, Huggo? Kapan kau akan menikah lagi?”
Pertanyaan itu datang dari bibir kakak perempuannya. Pertanyaan yang sudah sangat sering dilontarkan padanya dan selalu dijawabnya dengan cara yang sama.
“Aku tidak akan menikah lagi!” ujarnya menahan nada ketusnya keluar seperti biasanya.
“Oh, come on, Huggo, masa kau benar-benar membuat dirimu terpuruk hanya karena perselingkuhan Shania dulu?”
Huggo semakin kesal. Dia jenuh membahas tentang ini. Maka dia pun mengalihkan topik, “Maaf, ada pesan masuk dari kantor. Aku harus mengecek.”
“Yang benar saja, Huggo? Ini sudah lewat jam kerja!”
“Hanya mengecek.”
Huggo pun mengambil ponsel agar tidak lagi diajak bicara apalagi hanya membahas kapan menikah lagi. Status duda nya pun baru berjalan 2 tahun lamanya. Tapi pertanyaan itu sudah ribuan kali dia terima.
Dia benar-benar muak dengan pertanyaan itu.
Pikiran Huggo kembali tertuju pada pesan dari Thea.
Dia melihat Thea mengirim file video.
Huggo semakin bertanya-tanya. Kenapa Thea mengirimnya video?
Rasa penasaran membuat jari Huggo menge-klik tanda 'donlod'.
Hanya perlu beberapa detik lalu selesai.
Sambil meraih gelas wine di depannya, Huggo menge-klik lagi sehingga video pun berputar.
Baru juga wine lezat itu hinggap di lidahnya, Huggo langsung tersedak.
Puuurrrffff!
Wine harum itu langsung menyembur keluar.
"Huggo! Apa-apaan kau?"
Thea kembali merasakan lidahnya kelu.Hudson bahkan mulai berpikir untuk membuatnya hamil. Lalu memikirkan kehidupan mereka ke depannya dengan hadirnya seorang anak.Rasanya kepala Thea semakin cekat cekot.Jika dia membayangkan pemikiran Hudson, Thea bahkan langsung mual.“Hudson, kamu terlalu jauh berpikir. Untuk saat ini aku hanya ingin bekerja. Aku masih ingin mengejar karierku, Hudson.”Thea sudah menolak secara sangat halus.Tapi Hudson terus menahan pundaknya.“Ya ... kalau masalah karier aku akan tetap mendukungmu, Thea. Lagipula, aku kan tidak memintamu membuat keputusan besar itu sekarang. Ya ... pokoknya pikirkan saja dulu. Aku hanya memberi pandangan saja. Hehehe.”Thea tidak mengangguk tidak juga membantahnya. Dia hanya mengernyit memikirkan kata-kata Hudson yang menurutnya aneh.“Kamu ... paham kan, Sayang?” tanya Hudson lagi sembari mendekatkan tubuh mereka.Thea langsung mendeliknya dengan decakan kesal.Lalu tiba-tiba terdengar bell di pintu rumah.Giliran Hudson meng
Huggo bersikap seakan dia bekerja.Tapi nyatanya dia hanya memandangi angka jam yang bergerak setiap detiknya.Sudah pukul 08.20 tapi Thea belum datang.Dia kembali menekan tombol ponsel untuk menghubungi Thea. Tapi tetap tidak ada nada sambung.Kesabarannya semakin tipis. Dia memberi toleransi sampai jam 09.00. Tapi ini sudah 08.20, Thea masih belum kelihatan batang hidungnya.Ke mana ini sekretaris degil satu ini?Tiba-tiba ...Tok, tok, tok!Kepala Huggo langsung terangkat. Hatinya dipenuhi harapan baru.“Masuk!” serunya dengan suara yang dia buat dingin sekalipun sebenarnya dia dipenuhi semangat bahwa Thea akhirnya datang.Pintu terbuka, membuat Huggo deg-deg-an.Lalu pintu melebar dan yang muncul di baliknya adalah wajah Bu Melaney.Wajah Huggo semakin suram.“Selamat pagi, Pak!” sapa Bu Melaney dengan senyum sumringah.Huggo tidak menyahutinya. Dia malah menatap garang ke arah Bu Melaney.Wanita itu tiba-tiba saja memikirkan dengan susah payah apa yang telah salah dia buat?“Er
“Aku ... aku ... lingerie tadi ...” Thea masih mencari-cari alasan yang tepat untuk dibeirkan pada Hudson tanpa membuat pria itu marah.Tapi Hudson langsung menimpalinya lagi, “Oh ... aku tahu ... kamu pasti ingin memberikanku surprise, kan?”“Eh? Surprise?”“Iya, kan? Kamu sering bilang kalau kamu menyukai kejutan. Baiklah, aku akan menunggumu mengejutkanku dengan lingerie tadi.”“Apa? Jangan mimpi, Hudson!” Thea memberikan jawaban telak yang tegas. Tapi karena selama ini hubungan mereka selalu diwarnai dengan canda tawa, Hudson mengira itu hanyalah guyonan Thea belaka.Dia pun malah semakin mengharapkannya.“Ya, justru aku semakin memimpikannya. Ah, kau memang paling pandai membuatku memimpikanmu!”Thea semakin speechless.Lidahnya malas memberikan penjelasan lebih lanjut.Dia pun langsung mengeluarkan jurus andalannya. Dengan memegangi perutnya, Thea lnagsung mengernyit perih.“Aduh ... perutku sakit! Aku mau istirahat dulu.”Thea beringsut pelan menuju kamarnya membuat Hudson tak
Thea bersembunyi selama 5 menit lebih baru setelahnya dia keluar dari fitting room.Pelayan sudah menanti dengan wajah penuh tanya. Apakah dia jadi mengambil lingerie yang dicobanya itu.Karena fokusnya pada Huggo di luar toko, yang ternyata sudah tidak ada, Thea pun mengiyakan saja pertanyaan pelayan toko.“Kamu mau yang ini?” tanya Hudson yang tidak menyangka dengan pilihan Thea.“Iya,” kata Thea.Dan ini membuat Hudson terperangah. Dia baru tahu jika selera Thea bisa sepanas itu.Wajahnya pun semakin sumringah memikirkan usahanya malam ini tidaklah sia-sia.Thea begitu terbuka pada usaha dan ajakannya.Hudson menuju kasir dan membayar dengan perasaan yang melambung tinggi, perasaan sudah tak sabar untuk sampai di rumah.“Kita pulang kan ini? Karena perutku mulai sakit,” ujar Thea yang mulai megneluarkan jurus mendesaknya, yaitu sakit perut.Hudson pun mengangguk. “Tapi perutmu sakit sekali? Kita ke apotek dulu untuk membeli obat sakit perut?”“Ah, tidak perlu. Aku hanya butuh berba






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews