Rev akhirnya berkata, “Lukanya tidak mengancam nyawa. Dia shock. Akan dirawat intensif.”Yeni bertanya pelan, “…Bagaimana Mindo?”Begitu pertanyaan itu keluar, genggaman Saga di pinggangnya mengeras.Yeni menoleh kesal, “Dia terluka parah demi menyelamatkanku. Apa aku bahkan tidak boleh bertanya?”“Tidak perlu,” jawab Saga dingin. “Dia sudah ditangani. Kamu tidak perlu mengkhawatirkannya.”“Aku tidak bisa setega itu,” bantah Yeni.Saga menatapnya tajam. Selama ini ia begitu lembut. Namun setiap kali menyangkut Mindo, Yeni selalu melawan.“Kamu boleh peduli,” ucap Saga datar, “tapi aku juga bisa menghentikan perawatannya.”Wajah Yeni memerah karena marah. Ancaman lagi.Ia gemetar, tak berdaya.Rev akhirnya turun tangan, “Yeni, tenang. Aku yang menangani Mindo. Lukanya akan dirawat sebaik mungkin.”Namun hati Yeni tetap tak tenang.Ia bertanya lirih, “…Tanganku benar-benar tidak apa-apa?”“Tidak apa-apa,” jawab Rev meyakinkan.“Aku pulang,” ucap Yeni singkat.Ia bangkit tanpa menoleh ke
Terakhir Diperbarui : 2026-02-04 Baca selengkapnya