Sapaan itu membuat langkahku melambat sesaat. Bukan karena kelembutannya, Dominic jarang benar-benar lembut, melainkan karena panggilan itu selalu terasa seperti jerat yang dibungkus bulu halus. Little Bird. Panggilan yang terdengar protektif, namun di baliknya tersimpan makna yang lebih gelap: makhluk kecil yang harus dijaga, dipelihara, dan jika perlu, dikurung agar tidak terbang ke tempat yang salah. “Selamat pagi, Kak Dominic,” jawabku pelan sambil menarik kursi di sebelah kirinya. Kursi itu terasa dingin saat kutarik mundur. Aku duduk dengan punggung tegak, mencoba menenangkan detak jantungku yang belum juga stabil. Di sisi kanan Dominic, Matteo sudah duduk santai, seolah dunia tidak sedang berada di ambang kekacauan. Ponsel di tangannya, satu kaki menyilang malas, senyum tipis menghiasi bibirnya, senyum yang hampir selalu berarti hal buruk akan segera terjadi. “Lihat siapa yang akhirnya bangun,” katanya tanpa mengangkat kepala. “Kupikir kau akan terus menjadi putri tidur
Last Updated : 2026-01-29 Read more