Blue tidak langsung menjawab.Ia duduk di balik meja, satu tangan memegang gelas kopi yang sudah dingin sejak entah kapan. Tatapannya kosong, tidak fokus pada layar ponsel di depannya, tidak juga pada Grey.Beberapa detik berlalu—terlalu lama untuk sebuah pertanyaan sederhana.Grey menegakkan badan. “Blue?”Blue mengerjap, seolah baru sadar ada orang lain di ruangan itu. “Hah?”“Aku nanya,” Grey mengulang, kini lebih pelan, “kamu kangen Stefhani?”Alis Blue berkerut. Ia membuka mulut, menutupnya lagi. Tangannya terangkat, menyentuh pelipisnya sendiri, lalu menekan agak keras, seperti mencoba menarik sesuatu dari kepalanya.“Aku…” napasnya terputus sebentar. “Aku barusan mau jawab apa, ya?”Grey tersenyum tipis, refleks. “Jangan bilang kamu mau pura-pura lupa.”Blue menoleh cepat. “Aku nggak pura-pura.”Nada suaranya datar, tapi ada sesuatu yang tidak beres di sana. Grey merasakannya. Mengamati wajah sang kakak.“Kamu serius?”Blue menatapnya balik. Kali ini tatapannya jujur—dan itu ya
最終更新日 : 2026-02-04 続きを読む