Bahkan Howard sendiri tidak mengerti kenapa dia bisa curhat kepada seseorang seperti Icha. Namun, dia selalu merasa rileks di dekat gadis ini."Pak Howard pasti akan dapatkan apa yang kamu inginkan," bisik Icha. Dia menatap Howard sambil tersenyum tipis.'Benar, nggak ada orang yang sepenuhnya nggak bersalah. Termasuk kamu, Howard. Juga termasuk aku yang akan buat kamu rasakan akibatnya,' ucap Icha dalam hati.Melihat Howard sudah minum terlalu banyak, Icha mengulurkan tangan dan memindahkan botol alkohol di depannya, lalu menuangkan secangkir teh panas untuknya. Dalam uap yang mengepul, suaranya tiba-tiba menjadi sangat lembut. "Pak Howard, kamu sudah mulai mabuk. Minumlah teh untuk meredakannya."Howard menatap Icha dengan mata sayu, lalu tiba-tiba mengulurkan tangan dan meraih pergelangan tangannya. Telapak tangannya terasa sangat panas. Icha tidak menghindar. Dia membiarkan Howard menariknya dan sedikit mencondongkan tubuh."Kelinci Kecil, sepertinya pertanyaanmu banyak sekali hari
Baca selengkapnya