Andreas tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya. Dia sangat gugup karena takut Listya mengira dia ingin memaksakan diri untuk mengejar Listya lagi. Namun, saat mendengar pria itu menekankan kata "salah paham" berulang kali, hati Listya menjadi dingin. Andreas segera mengganti topik pembicaraan lagi dan lanjut menanyakan apa yang belum selesai dibicarakan Listya.Listya tersenyum tipis dan menjawab, "Cara lain adalah ... aku bisa menikah."Sorot mata Andreas sedikit gemetar. Dia membuka mulutnya untuk berbicara. Namun, sebelum dia sempat berbicara, Listya menepuk lengannya lagi."Jadi, Pak Andreas, bisa nggak kamu bantu aku awasi apa ada kandidat yang cocok denganku, lalu kenalin orangnya kepadaku? Persyaratanku nggak tinggi, cuma satu, yaitu dia harus cukup berstatus di Kota Stravon. Setidaknya, dia bukan orang yang mudah disentuh oleh Keluarga Herdianto."Listya mengatakannya sambil tersenyum, tetapi setiap kata yang diucapkannya terasa dingin dan menghantam hati Andreas seperti hu
閱讀更多