Suamiku berpenampilan biasa saja, kecerdasan emosionalnya rendah dan yang paling utama, dia juga kurang bertenaga dalam urusan ranjang.Di usiaku yang sedang membara ini, aku selalu merasa haus akan hubungan intim, sehingga aku sering kali tersiksa oleh rasa sepi dan kehampaan.Kini, berhadapan dengan pria sukses yang begitu sopan dan menawan, serta pandai menggoda saraf wanita, aku menjadi benar-benar sulit untuk menolaknya.Bahkan, di dalam benakku, aku tidak bisa berhenti berfantasi, ditindih olehnya dengan penuh tenaga dan diberikan kenikmatan yang luar biasa ….Tepat di saat pikiranku sedang melantur ke mana-mana, terdengar suara tangisan lemah dari kamar bayi."Silakan ikut aku." Rivaldi membawaku masuk ke kamar bayi.Pengasuh bayi yang sedang menggendong anak yang sedang menangis itu, tidak bisa menahan diri untuk tidak memperhatikanku dengan tatapan curiga.Setelah Rivaldi memperkenalkan diriku, aku pun memasang senyum lembut dan mengulurkan tangan. "Bibi, biar aku mencobanya."
Baca selengkapnya