Short
Pekerjaan Tidak Senonoh

Pekerjaan Tidak Senonoh

By:  UnguCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9Chapters
9views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah memasuki masa menyusui, payudaraku seringkali bengkak dan basah kuyup oleh ASI, sehingga sangat menyusahkanku. Di saat itulah, aku melihat iklan lowongan kerja untuk menjadi ibu menyusui. Namun, ketika majikanku menangkup kelembutan di dadaku dengan tangannya yang besar dan membantuku mengatasi rasa sakit akibat pembengkakan itu secara langsung …. Seiring dengan sensasi tidak alami dari air susu yang diisap, muncul pula api gairah yang mulai menyala, serta nafsu yang perlahan-lahan hilang kendali.

View More

Chapter 1

Bab 1

Aku menunduk menatap payudaraku yang bengkak dan sakit. Baju menyusui berwarna putih yang kukenakan sudah basah kuyup di dua sisi.

Sudah tiga bulan berlalu sejak aku melahirkan bayiku. Tubuhku ini seakan berubah menjadi pabrik ASI yang tidak terkendali.

Dua gumpalan payudaraku yang penuh ini bak balon yang diisi air, yang sewaktu-waktu merembes keluar. Terkadang saat aku keluar rumah, pakaianku sampai berubah menjadi semi-transparan karena basah, sehingga membuatku terlihat seperti wanita yang tidak benar.

Tentu saja, masalah utamanya adalah rasa sakitnya.

"Faisal, bisakah kamu membantuku? Sekali ini saja," ucapku sambil menggigit bibir, memanggil suamiku yang hendak melangkah keluar rumah.

Faisal menoleh dan melirikku sekilas. Tatapannya tertuju pada dadaku kurang dari satu detik, sebelum akhirnya memalingkan muka dengan rasa muak. "Lagi? Nggak bisakah kamu menyelesaikannya sendiri?"

"Tapi, pompa ASI itu benar-benar sakit …." Suaraku terdengar makin mengecil.

"Wina, kamu menyuruhku mencicipi sesuatu yang amis begitu, apa kamu nggak merasa itu bikin muntah?" Faisal membanting pintu tanpa menoleh lagi.

Aku terduduk lemas di samping tempat tidur bayi. Hatiku terasa sangat pedih.

Bayiku sedang tidur nyenyak setelah kenyang menyusu, sementara aku justru tidak bisa menegakkan punggung karena rasa sakit akibat payudara yang membengkak.

Jariku menekan lembut payudaraku yang membesar, rasanya sekeras dua bongkah batu. Sedikit tekanan saja sudah cukup membuatku mendesis kesakitan sambil menarik napas panjang.

Di saat aku merasa tidak berdaya, tiba-tiba sebuah notifikasi muncul di ponselku, iklan lowongan kerja mendesak untuk mencari seorang ibu menyusui.

Satu juta sekali datang? Itu lebih tinggi dari gajiku selama tiga hari saat bekerja sebagai staf administrasi.

Yang lebih penting lagi, kelebihan air susu yang menyiksaku ini akhirnya memiliki tempat tujuan.

Tanpa berpikir panjang, aku segera menghubungi nomor telepon tersebut.

Suara di ujung telepon terdengar dalam dan lembut. Dia mengatakan jika ada bayi prematur di rumahnya yang membutuhkan nutrisi tambahan.

Saat membuat janji untuk wawancara sore harinya, telapak tanganku dipenuhi keringat.

"Bu, aku pergi dulu untuk melamar pekerjaan."

Aku merapikan kerah baju di depan cermin. Kemeja sifon berwarna ungu muda ini dibeli sebelum aku menikah. Sekarang, baju itu terasa sangat ketat di bagian dadaku yang penuh, sampai-sampai kancing ketiga tidak bisa dikaitkan sama sekali.

Ibu mertuaku yang sedang menggendong si kecil mengerutkan kening. "Pekerjaan apa yang mengharuskanmu pergi sekarang? Bagaimana kalau bayinya lapar?"

"Aku akan kembali dalam dua jam. Kalau berhasil, sebulan bisa dapat tambahan beberapa juta."

Saat aku sampai di sebuah kawasan vila mewah di sisi barat kota sesuai arahan navigasi, pakaian dalamku sudah basah kuyup.

Cermin di lift memantulkan rona merah di pipiku dan dua titik yang menonjol jelas di dada. Aku pun bergegas menutupi dadaku dengan tas.

Pria yang membukakan pintu membuat napasku sejenak tertahan.

Pria itu mengenakan setelan kasual. Kacamata bingkai emas bertengger di wajahnya yang bergaris tegas. Dari penampilannya, dia terlihat seperti berusia sekitar 30 tahun dan tercium aroma kayu cendana yang samar dari tubuhnya.

"Nyonya Wina?" Tatapannya menyapu tubuhku dengan cepat. "Aku Rivaldi Gumelar.."

Lagu dari piano yang menenangkan mengalun di ruang tamu. Sementara, di balik jendela besar setinggi langit-langit, terbentang pemandangan seluruh kota.

Aku duduk dengan kaku di atas sofa kulit, merasakan bagian ujung payudaraku mulai membengkak dan kembali sakit, menonjol makin jelas di balik pakaianku yang tipis.

Benar-benar memalukan.

"Di mana bayinya?" Aku berusaha keras agar suaraku tidak bergetar.

Saat Rivaldi menyodorkan segelas teh hangat, ujung jarinya seolah-olah menyentuh punggung tanganku dengan sengaja, tetapi halus.

"Ada di kamar, sedang ditenangkan oleh pengasuh." Tatapan Rivaldi jatuh ke dadaku, terasa begitu intens seakan memiliki wujud fisik. "Kudengar produksi ASI-mu sangat melimpah?"

"Iya, setiap hari ada kelebihan sekitar 800 mililiter," jawabku sambil menunduk, melihat noda basah yang mulai menyebar di bagian depan bajuku. Dengan canggung, aku pun merapatkan kedua kakiku.

Tiba-tiba saja, Rivaldi mendekat ke arahku. Aku langsung mencium aroma parfum yang harum dari kerah bajunya.

"Bagian ini …." Jemari Rivaldi yang panjang menunjuk ke arah dadaku. Ujung jarinya nyaris menyentuh dua titik basah di sana. "Sepertinya ini sangat menyiksamu."

Di tempat yang ditunjuk Rivaldi, warna merah muda dari ujung payudaraku sudah mulai membayang di balik kain yang basah kuyup. Saat kehangatan tubuh Rivaldi mendekat, tanpa bisa ditahan lagi, pancaran air susu kembali menyemprot keluar hingga membasahi tangan Rivaldi.

Wajahku terasa panas membara.

Tubuhku yang menjadi sangat sensitif selama masa menyusui ini ternyata memberikan reaksi yang memalukan hanya karena tindakan itu.

Diam-diam, aku menyesuaikan posisi dudukku. Aku merasakan bagian di antara kedua kakiku sudah mulai sedikit lembap ….
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status